oleh

Nabi Palsu di Tana Toraja Diduga Kabur ke Luwu

-Hukum-961 views

Toraja, Radar Pagi – Pihak Kepolisian bersama Majelis Ulama Indoensia (MUI) dan Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, berusaha mengajak 88 keluarga yang menjadi pengikut ‘nabi terakhir’ Paruru Daeng Tau untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya.

Selama ini, melalui organisasi Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP), sang ‘nabi terakhir’ mengajarkan pengikutnya untuk salat 2 kali sehari dan tidak wajib berpuasa, , tidak pula diwajibkan mengeluarkan zakat hingga tidak perlu melakukan ibadah haji.

Seluruh pengikut Paruru Daeng Tau yang berada di Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan itu kini berusaha diajari kembali ajaran agama Islam yang sesuai dengan tuntunan Alquran dan Hadis.

Paur Humas Polres Tana Toraja, Aiptu Erwin, mengatakan pihak MUI dan Kemenag sudah melakukan upaya itu sejak akhir pekan lalu, dengan mengajak para pengikut Paruru untuk Salat Jumat bersama.

Pihak Kepolisian bersama (MUI) dan Kemenag Kabupaten Tana Toraja juga mendatangi Sekretariat LPAAP di Dusun Mambura. Di sana, rombongan mencabuti seluruh atribut organisasi tersebut.

“Dia punya rumah di sana dan dijadikan sebagai sekretariat. Kita sudah kesana dan menurunkan semua atribut yang berkaitan degan organisasi tersebut,” ujar Erwin, beberapa saat lalu.

Kepalsuan nabi Paruru terungkap ketika MUI Tana Toraja mendapatkan laporan soal adanya pelaksanaan ajaran agama Islam yang menyimpang. MUI kemudian menginformasikannya ke polisi.

Atas laporan MUI ini, Polres Tana Toraja Langsung menjemput Paruru pada pada Jumat (29/11/2019) dan dibawa ke kantor polisi untuk diamankan dari kemungkinan amuk massa. Dari hasil interograsi diketahui bahwa Paruru tetap menyebut ajarannya sebagai ajaran Islam.

“Nama ajarannya kata dia tetap Islam,” kata Erwin.

Namun karena saat itu tidak ada laporan resmi, Polres setempat pun tidak bisa berbuat banyak untuk menahan Paruru. Hal itu rupanya dimanfaatkan oleh ‘sang nabi’. Dengan segera dia menghilang, diduga kabur ke kabupaten lain.

“Informasi terakhir dia kabur ke daerah Luwu (Sulawesi Selatan), karena di sana dia juga punya pengikut,” kata Erwin. (yon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed