oleh

Habib Jafar Ditangkap, PKB: Bagus Biar Ada Efek Jera!”

-Nasional-792 views

Jakarta, Radar Pagi – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yaqut Cholil Qoumas,  mengapresiasi penangkapan Habib Jafar Shodiq yang diduga menghina Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dengan sebutan ‘babi’. PKB melihat tindakan itu bisa menimbulkan efek jera bagi yang lain.

“Bagus (ditangkap), supaya ada efek jera bagi yang lain,” kata Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

PKB menyayangkan perilaku Jafar yang di usia muda sudah mengucapkan kata-kata tidak pantas.

“Seumuran dia seharusnya lebih banyak belajar. Bukan bicara sembarangan dan mengeluarkan ujaran-ujaran yang tidak pantas,” ucap Yaqut.

Sementara Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen bin Smith, tindakan Jafar Shodiq sebagai sebuah pelecehan atas ajaran luhur Rasulullah. Dia mengatakan seorang dai tak boleh melakukan ujaran kebencian. Bahkan, kata Habib Zen, penyematan gelar ‘habib’ kepada Jafar perlu dipertanyakan.

“Habib adalah gelar kehormatan yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang yang punya kapasitas keilmuan dan akhlak yang tinggi. Dia (Ja’far) kurang akhlak dan dalam ceramahnya tidak berdasarkan keilmuan. Ini bukan habib tapi sayyid (orang Arab keturunan Nabi Muhammad atau tuan) yang perlu pendidikan akhlak. Dai dalam ceramah tidak boleh menyebar kebencian,” kata Habib Zen saat melaporkan, Jafar Shodiq, Kamis, (5//2019).

Menurut Habib Zen, melecehkan orang lain adalah perbuatan yang sama sekali jauh dari ajaran Islam. Oleh karena itu, siapa pun yang mencela kehormatan orang lain tidak pantas menyandang gelar kehormatan sebagai seorang pendakwah.

“Kami mendukung penegakan hukum dijalankan dengan konsisten dan konsekuen, tanpa mengesampingkan hak-hak warga negara. Ini agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berujar di muka publik demi ketertiban dan kenyamanan hidup bersama,” ujar Habib Zen.

Habib Jafar Shodiq ditangkap di kediamannya di Depok karena diduga menghina Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan sebutan ‘babi’. Saat ini, Jafar masih diperiksa intensif di Dittipidsiber Mabes Polri. (arman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed