oleh

Mandor Bunuh Kuli Bangunan Dipicu Masalah Istirahat

-Hukum-192 views

Makassar, Radar Pagi – Polrestabes Makassar mengungkap kasus pembunuhan kuli bangunan bernama Tumanan Maru (19) di kawasan rusunawa Universitas Islam Makassar (UIM) pada Rabu (4/12/2019). Dalang pembunuhan itu adalah Nasir (38), motifnya sepele, karena persoalan istirahat yang memicu pertengkaran.

Nasir adalah mandor proyek di lokasi tempat korban bekerja. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Nasir cekcok dengan korban pada Senin (2/4/2019) atau dua hari sebelum pembunuhan terjadi.

Adapun cekcok sebagai pemicu awalnya dimulai ketika Nasir memergoki korban sedang beristirahat di jam kerja. Dia memberitahukan kepada anak buahnya itu bahwa istirahat hanya diperbolehkan saat makan siang.

Tapi korban protes kepada Nasir karena dia mengaku beristirahat lantaran sudah tidak ada lagi yang bisa dikerjakan, setelah bahan bangunan habis. Namun pelaku tak terima dengan sikap korban yang berani menentangnya dan merasa dendam.

Kebetulan, dua hari kemudian, pada Rabu (4/12/2019), Nasir kembali memergoki korban sedang istirahat di kamar Rusunawa nomor 210, lantai dua area UIM. Korban pun dibangunkan, dan ketika korban masih ling-lung karena nyawanya belum terkumpul semua, Nasir langsung menikam korban dengan badik dua kali, masing-masing di dada kiri dan perut kiri.

“Jadi pas (korban) bangun, pelaku langsung melakukan penganiayaan,” ujar Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, Jumat (6/12/2019).

Korban yang warga Jl. Poros Telkomas, Lorong Dua, Biringkanaya ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo oleh rekan-rekannya, tapi tak tertolong.

Sementara Nasir langsung kabur ke kampung halamannya di Kabupaten Jeneponto. Karena merasa berdosa, dia menyerahkan diri ke Polsek Bangkala, Kamis (5/12/2019). Setelah diperiksa, pelaku kemudian dibawa ke Mapolrestabes Makassar.

Namun diketahui, pelaku ternyata tidak sendirian di saat melakukan pembunuhan. Ada tiga orang lainnya yang ikut berperan dalam menganiaya korban hingga meninggal dunia. Ketiga orang itu masuk ke kamar tempat korban ditikam dan memukuli korban yang saat itu masih bernafas.

Ketiga orang itu masing-masing berinisial AC (19), SG (18) dan SD (19) kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Makassar. (yogie)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed