oleh

Oknum Guru SMPN 4 Kepanjen Cabuli 18 Siswa dengan Cara Onani

-Hukum-270 views

Kab, Malang, Radar Pagi – Seorang guru honorer di SMPN 4 Kepanjen diduga mencabuli sejumlah anak didiknya dengan cara onani.

Berdasarkan informasi yang dihimpun radarpagi.com, kasus pelecehan seksual tersebut terjadi sejak satu tahun lalu. Sedangkan korbannya, diduga kuat berjumlah 18 orang. Belasan korban tersebut, semuanya merupakan siswa yang dibina oleh CH.

”Kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Malang, dari laporan tersebut menjelaskan jika aksi pencabulan terhadap belasan korban ini tidak terjadi secara bersamaan. Melainkan secara bergantian,” kata salah satu sumber radarpagi.com yang enggan disebutkan namanya.

Dia juga mengatakan jika terduga pelaku tersebut, selama ini tercatat sebagai guru honorer yang mengajar pelajaran BK (Bimbingan Konseling) di SMPN 4 Kepanjen.

Sedangkan modusnya adalah dengan cara memanggil korban untuk masuk ke ruang CH. Setelah itu, bujuk rayu akan dilontarkannya kepada para siswa. ”Terlapor mengaku kepada korban sedang mengadakan penelitian untuk lanjutan pendidikan S3-nya. Atas dasar itulah, terlapor meminta tolong kepada korban agar bersedia menjadi objek penelitiannya,” ungkap sumber radarpagi.com itu.

Sebelum melakukan pencabulan, terduga pelaku meminta kepada korban agar bersedia disumpah di bawah kitab suci. Setelah itu, guru warga Kepanjen itu melucuti pakaian siswanya.

Dengan kondisi telanjang itulah, kemaluan korban dionani oleh pelaku. Lantaran ditakut-takuti sudah disumpah di bawah kitab suci, para korban hanya bisa pasrah saat mendapat perlakuan tidak senonoh tersebut.

”Guna memuluskan aksinya, terlapor menutup pintu dan klambu yang ada di ruangannya. Aksi pencabulan itu baru dihentikan oleh terlapor, jika korbannya sudah klimaks (mengeluarkan sperma),” terang sumber tadi.

Modus semacam itu, lanjutnya, dilakukan ke semua korban. Bahkan, dari hasil pendalaman polisi, ada salah satu korban yang pernah dilecehkan oleh terlapor sebanyak 3 kali.  Kejadian pertama terjadi saat korban masih duduk di bangku kelas VII dan berlanjut hingga korban duduk di bangku kelas VIII.

”Kasusnya baru terbongkar setelah salah satu korban mengaku kepada keluarganya, jika dirinya pernah dilecehkan oleh gurunya sebanyak 3 kali. Merasa tidak terima, pihak keluarga akhirnya membuat laporan ke Polres Malang,” ucapnya.

Berawal dari hasil penelusuran inilah, wartawan kemudian mencoba untuk mencari kejelasan ke pihak kepolisian. Saat dikonfirmasi radarpagi.com, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, membenarkan hasil temuan wartawan.

”Memang ada laporan yang kami terima terkait dugaan pelecehan dan pencabulan di salah satu SMP tersebut, bahkan saat ini anggota sudah diinstruksikan agar segera mendalami laporannya. Kasusnya masih dalam proses dan sudah kami tindaklanjuti,” kata Andaru yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Gresik ini.

Pihaknya mengaku masih menggali keterangan dari berberapa saksi. Hal itu dilakukan untuk memastikan dugaan jika korbannya lebih dari belasan orang. Bahkan beberapa barang bukti sudah disita polisi guna kepentingan penyelidikan.

”Identitas terlapor sudah kami ketahui, tim sedang menelusuri keberadaan terlapor. Masih pendalaman, kabar selanjutnya menyusul,” tutupnya. (med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed