oleh

Prabowo Satu-satunya Menteri Pria di Pertemuan RI-Australia

-Nasional-133 views

Nusa Dua, Radar Pagi – Menhan Prabowo Subianto menjadi satu-satunya pria yang hadir dalam pertemuan dengan Menhan  Australia Linda Reynods yang digelar di Nusa Dua, Bali, Jumat (6/12/2019).

Dalam pertemuan bertajuk The 6Th Indonesia-Australia Foreign and Defence Ministers 2+2 Meeting, yang turut dihadiri Menlu Retno Marsudi dan Menlu Australia Marise Payne itu, semua menteri ternyata perempuan, kecuali Prabowo.

Namun Prabowo menilai hal itu menunjukan kesetaraan pria dan perempuan di abad 21.

“Memang abad ke-21 ini memperlihatkan peran perempuan terus berkembang. Menteri Luar Negeri kita cukup tegas dan saya sangat hormat. Saya baru kerja sama satu setengah bulan, kita boleh bangga punya Menteri Luar Negeri perempuan yang hebat,” kata Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Prabowo juga mengungkit peran menteri pertahanan yang menurutnya adalah pelaksana dari kebijakan politik Presiden dan Menlu.

“Dalam ilmu bernegara yang saya dapat, Kementerian Pertahanan itu sebetulnya adalah kementerian yang melaksanakan. Politik itu urusan Presiden dan Menteri Luar Negeri. Jadi, saya hanya melaksanakan politik yang ditentukan Presiden dan Menteri Luar Negeri, dalam hal ini kita kerja samanya sangat baik,” tuturnya.

Forum pertemuan bilateral ini menjadi pertemuan untuk kedua kalinya antara Menhan RI dan Menhan Australia, di mana beberapa minggu yang lalu kedua pihak juga telah berkesempatan mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela forum ADMM Plus di Bangkok.

Prabowo mengutarakan bahwa pertemuan bilateral ini memberikan makna yang lebih strategis bagi hubungan bilateral Indonesia dan Australia, khususnya dalam bidang kerjasama pertahanan karena sebagai dua negara yang bertetangga, sangat penting bagi Indonesia dan Australia untuk membangun dan memperkuat hubungan kerjasama bilateral, termasuk kerjasama di bidang pertahanan.

Selama lebih dari setengah abad, kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia telah terjalin dengan baik, sangat produktif serta saling menguntungkan bagi kedua negara dalam banyak hal.

“Pengembangan kerjasama pertahanan bilateral antara Indonesia dan Australia telah terjalin dengan baik melalui forum dialog, pendidikan dan pelatihan, latihan bersama serta kunjungan pejabat dari kedua negara,” jelas Prabowo.

Selain membahas capaian kerjasama yang telah dilakukan selama ini, pada forum pertemuan Indonesia-Australia Defence Ministers’ Meeting tersebut, dibahas pula berbagai upaya peningkatan kerjasama pertahanan khususnya terkait isu dan tantangan bersama di kawasan diantaranya terkait keamanan maritim.

Melalui upaya peningkatan kerjasama pertahanan ini, kedua negara ingin lebih meningkatkan kerjasama dalam bidang peningkatan kemampuan pasukan pemelihara perdamaian, melalui kerjasama pertukaran instruktur pasukan pemelihara perdamaian.

Sedangkan terkait masalah keamanan maritim, dikatakan oleh Menhan RI bahwa ada sejumlah kegiatan ilegal yang sering terjadi di wilayah maritim yang membutuhkan perhatian bersama kedua negara, diantaranya pembajakan, perampokan, perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, dan penangkapan ikan secara ilegal. Untuk mengatasi tantangan tersebut, tidak ada pilihan lain selain saling bekerja sama. (yon)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed