oleh

Jokowi Tunjuk Rudiantara Jadi Dirut PLN, Arah Bisnis PLN Harus Diubah

-Nasional-139 views

Jakarta, Radar Pagi – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sudah ada penunjukan terkait Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dia memastikan Presiden Joko Widodo sudah menunjuk Rudiantara untuk memimpin PLN.

“Pak Presiden menunjuk Pak Rudiantara sudah keputusan yang sangat tepat,” kata Luhut di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Dia menilai nantinya setelah Rudiantara menjabat, PLN akan jauh lebih baik. Terlebih, Luhut mengaskan Rudiantara cukup pantas jika nantinya memimpin PLN.

“Ya bagus banget dong Pak Rudi memang orang PLN. Selama di kabinet juga kami dengan beliau bagus,” ujar Luhut.

Senada dengan Luhut, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Rudiantara merupakan figur yang dibutuhkan memimpin PT PLN (Persero) ke depan. Rudiantara diangkat menjadi Direktur Utama PLN, setelah beberapa lama perusahaan tersebut dipimpin Plt Sripeni Inten.

“Yang terbaik dalam kondisi ini Pak Rudiantara yang dibutuhkan PLN,” ujar Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12).

Arya menjelaskan, kebutuhan utama PLN ke depan ialah mengejar proyek 35 ribu megawatt (Mw) hingga mengurangi impor solar. “Pak Jokowi bilang impor tekan terus, PLN termasuk yang harus tekan impor dan Pak Rudiantara tepat untuk melakukan itu,” ucap Arya.

Arya menyampaikan keputusan menunjuk Rudiantara sebagai direktur utama PLN telah disepakati tim penilai akhir (TPA). TPA tersebut terdiri atas Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Keputusan resmi akan disampaikan dalam RUPS.

“Tinggal RUPS saja, dalam waktu dekat,” kata Arya.

Arya mengatakan RUPS PLN tak sekadar menunjuk Rudiantara sebagai dirut, melainkan juga adanya wakil direktur utama (wadirut) PLN.

“Banyak yang dirombak. Tunggu tanggal mainnya,” ucap Arya.

PLN Harus Ubah Arah Bisnis

Tak hanya soal pengisi pucuk pimpinan, Menteri BUMN Erick Thohir di tempat terpisah juga mempertimbangkan merombak jajaran direksi dan komisaris perusahaan setrum negara itu. Terlebih karena PLN harus mengubah arah bisnisnya.

“Yang namanya PLN mirip dengan Pertamina, bahwa komisaris-komisarisnya juga akan diisi dengan figur-figur yang bisa memastikan PLN ini berubah pola pikir dan model bisnisnya,” ucap Erick.

Erick menjelaskan, salah satu bisnis utama PLN adalah distribusi listrik, bukan membuat listrik. Karena dari hitungannya, jika pada 2023 kalau tidak ada investasi baru di pembangkit listrik, akan muncul masalah.

“Suka tidak suka, listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting. Apalagi nanti mobil pun pakai listrik. Bukan berarti kebijakan sebelumnya salah, bukan, tapi itu perubahan bisnis model,” kata Erick.

Menurut Erick Thohir, bila tetap seperti sekarang dengan tak mengubah pola pikir strateginya, PLN bakal terjebak. “Bikin power plant, pertambangan, akhirnya akan berat. Padahal poin terpenting tugas PLN adalah distribusi listrik.” (arman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed