oleh

Mahasiswi Universitas Bengkulu Ditemukan Terkubur di Belakang Kamar Kos

-Hukum-854 views

Bengkulu, Radar Pagi – Wina Mardiani (20) mahasiswi semester V Fakultas Ekonomi, Universitas Bengkulu ditemukan tewas terkubur di belakang kamar kosnya di Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu, Minggu (8/12/1/2019) malam. Korban sebelumnya sempat dinyatakan hilang selama lima hari.

Kapolsek Muara Bangkahulu Kompol Jauhari mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh pihak keluarga yang curiga dengan bau busuk dari arah belakang kamar indekos korban. Kecurigaan semakin memuncak ketika pihak keluarga menemukan sendal yang dketahui baru dibeli beberapa hari sebelum korban menghilang dan cangkul di kebun sawit yang ada di belakang kamar kos itu.

‘Wina ditemukan di belakang kost-nya. Di dekat lokasi ditemukan cangkul, skop yang diduga baru di beli serta sendal sebelah milik anak saya yang baru di beli di Jakarta,” kata ayah korban, Aguswandi, beberapa saat lalu.

Di lokasi kejadian, keluarga bersama warga menemukan tanah bekas galian yang ditutupi dengan pelepah sawit. Tanah tersebut dibongkar dan jenazah korban ditemukan di kedalaman 1,5 meter dalam kondisi tertelungkup dan mengenaskan. Kepalanya terbungkus karung dan kaki terikat.

Anak pertama dari tiga bersaudara kelahiran Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, 23 Maret 1999 itu ditemukan dengan masih menggunakan pakaian lengkap. Hanya saja baju dan celana korban dalam kondisi tidak terkancing.

Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan autopsi. “Kita belum tahu apakah ada luka atau tidak,” kata Kapolsek Muara Bangkahulu Kompol Jauhari.

Pada Selasa 3 Desember 2019, Wina diketahui masih berkomunikasi dengan orangtuanya yang tinggal di desa Medan Jaya kecamatan Ipuh kabupaten Mukomuko provinsi Bengkulu. Saat itu korban berkomunikasi melalui sambungan telepon, sekira pukul 09.01 WIB.

”Saya sempat menelpon anak saya (Wina), pagi Selasa. Pagi itu dia (Wina) pamit mau beli gorengan sama teman kostnya. Habis itu Wina pulang, temannya pergi mengurus BPJS. Tapi pukul 12.01 WIB, nomor anak saya sudah tidak aktif lagi. Saya belum curiga,” terang Aguswandi.

Namun malam harinya, rekan-rekan korban merasa curiga lantaran tidak melihat korban seharian dan tidak bisa menghubunginya. Padahal sepeda motor korban jenis matik merek Honda Scoopy, bernopol BD 6425 NU, warna hitam masih terparkir di depan kos. Rekan-rekan korban meminta kunci kost dengan penjaga kos. Alhasil, Wina tidak berada di dalam kamarnya.

Salah satu pihak keluarga korban saat diwawancarai mengatakan, pihak keluarga mencurigai salah satu penjaga indekos tempat korban tinggal. Sebab, saat pihak keluarga sibuk mencari keberadaan korban yang sempat dinyatakan hilang, penjaga indekos tersebut diketahui juga menghilang.

“Kami curiga dengan penjaga kosan itu karena hari ini dia hilang entah pergi kemana. Karena kecurigaan ini kami terus cari kearah belakang kos dan ditemukan bekas galian,” katanya. (igo)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed