oleh

Rusunawa Sendang Biru Terus Merugi, Pemerintah Desa Terpaksa Bayarkan Tagihan Listrik dan PDAM

-Ekonomi-265 views

Kab. Malang Radar Pagi  – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang berada Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur menjadi perbincangan publik.

Warga setempat menyebutkan sewa permalam Rusunawa mencapai Rp100 ribu. Sedangkan untuk sewa bulanan Rp450 ribu. Namun anehnya meski rumah susun itu menghasilkan uang sewa, tetapi listrik bangunan tersebut menunggak hingga dua bulan.

Kepala Desa Tambakrejo Yonathan mengatakan pihaknya terpaksa menggunakan PAD Desa karena dibebankan pembayaran listrik dua bulan senilai Rp 17.900.000.  Padahal, pembayaran listrik tersebut seharusnya menjadi beban pihak pengelola.

“Dua bulan lalu, desa harus membayar listrik dan PDAM sekira Rp.17.900.000. Sehingga untuk membayar kami pinjam dari PAD Desa, nantinya di LPJ bunyinya akan pinjaman, karena untuk saat ini berapa-berapanya orang (tamu) masuk, mereka (pengelola rusunawa) nggak transparan,” tutur Kades, beberapa saat lalu.

Selama ini, lanjutnya, belum ada serah terima, jadi pihak desa sendiri belum berani bertindak. Sedangkan pihak pengelola yang diberi wewenang terkesan kurang bertanggungjawab.

“Makanya dulu pengelolaannya diminta sama beliaunya (pengelola) dan saya kasih, namun setelah dua tahun tidak ada pemasukan malah minus. Justru desa yang nombokin untuk bayar air dan listriknya. Kemudian saya minta laporannya sampai sekarang juga tidak ada,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Aryo salah satu pengelola yang juga selaku Kasun Sendang Biru Utara, mengaku Rusunawa Sendangbiru memang tidak ada kontribusi ke Desa. Justru desa yang harus membayar tagihan listrik, hal itu dikarenakan kelompok atau pengelola masih merugi.

Dirinya juga mengatakan, bahwa sebenarnya bangunan Rusunawa tersebut dari kementerian yang diperuntukkan untuk masyarakat nelayan atau masyarakat manula, miskin dan lain sebagainya.

“Kalau ada pengunjung untuk berwisata ya monggo-monggo saja. Sekalipun datang berpasangan pun tidak ada masalah, karena untuk saat ini kalau dilarang pihak desa akan merugi, dikarenakan uang sewanya untuk membayar listrik,” katanya.

“Intinya untuk sementara ini karena kelompok yang lama itu tidak mengurusi karena bangkrut, dan tidak bisa membayar listrik. Dari pada diputus, pihak desa mengambil alih, kalau revitalisasi sudah selesai rencananya serah terima itu akan langsung ke pihak desa,” tambahnya.

Rusunawa Sendang Biru terletak tak jauh dari Pantai Sendang Biru yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Malang. (Med)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed