oleh

ICW: Belum Ada Solusi dari Presiden untuk Selamatkan KPK

-Nasional-751 views

Depok, Radar Pagi – Masa depan pemberantasan korupsi di era Jokowi-Ma’ruf Amin dinilai bakal suram. Sebab,  saat ini KPK sedang diperlemah dengan regulasi dan KPK diisi para figur kurang mumpuni.

“Sampai dengan hari ini, tidak ada solusi dari Presiden Jokowi untuk menyelamatkan KPK. Seharusnya, Presiden harus mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau Perppu KPK karena regulasi terkait Undang-Undang (UU) KPK baru ini sangat membahayakan bagi pemberantasan korupsi kedepannya,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Senin (9/12/2019).

Beberapa masalah yang mencerminkan lemahnya penanganan kasus hukum di era Jokowi, kata Kurnia, antara lain kasus Novel dan pemberian grasi kepada Annas Maamun.

Menurut Kurnia, kasus Novel seharusnya bisa diselesaikan, tetapi sudah lebih dari dua tahun tidak ada penyelesaian untuk kasus tersebut.

Dia pun menyesalkan pemberian grasi kepada Annas Maamun selaku terpidana kasus korupsi. Hal tersebut semakin menggambarkan kalau komitmen pemberantasan korupsi dari Presiden Jokowi layak untuk dipertanyakan.

“Kasus Novel Baswedan belum selesai, terus pemberian grasi kepada Annas Maamun. Sebenarnya ada dasar hukum grasi di Indonesia? Ditambah nantinya akan ada pimpinan KPK yang baru. Jujur saya pesimis KPK akan lebih baik ke depannya,” kata dia.

Sementara itu, Akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Junaedi Saibih mengatakan UU KPK yang baru membuat lembaga tersebut lemah bahkan lumpuh karena isi UU KPK merugikan masyarakat dan menguntungkan bagi para pejabat yang memiliki kepentingan.

“Harus ada pertimbangan identifikasi yang harus diungkapkan. Seperti perlu peningkatan sinergitas lembaga pemerintah pusat dalam upaya pemberantasan korupsi dengan asas kesetaraan kewenangan dan perlindungan Hak Asasi Manusia,” katanya. (rian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed