oleh

Polisi dan Relawan Susuri Parit Cari Kepala Bocah Yusuf

-Hukum-217 views

Samarinda, Radar Pagi – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda dan relawan Kota Samarinda, Kalimantan Timur masih menyisiri parit di Jalan Pangeran Antasari III, untuk mencari potongan tubuh Muhammad Yusuf Gazali (4), balita yang mayatnya ditemukan tanpa kepala, setelah 2 minggu hilang dari Day Care (tempat penitipan anak) sekaligus PAUD Jannatul Athfaal.

Pencarian yang dilakukan tim gabungan sekaligus untuk menepis isu-isu yang beredar terkait hilangnya potongan tubuh korban dan memastikan penyebab kematian korban.

Beberapa isu atau dugaan yang beredar adalah korban diculik oleh seorang pengendara motor karena ada warga setempat, seorang perempuan lansia yang mengaku melihatnya. Dugaan lain, korban tercebur parit yang dihuni banyak biawak itu saat airnya sedang meluap usai hujan deras.

Joko, salah seorang relawan, menuturkan pencarian potongan tubuh Yusuf dipersulit oleh keruhnya air di parit. Selain itu, para petugas dan warga yang mencari kesulitan karena tingginya sedimen lumpur.

“Kesulitannya, kondisi air, kondisi air keruh, dan ketinggiaannya bervariasi, ya sepinggang orang dewasa, kemudian lumpur juga tinggi,” ungkapnya.

Dijaga 3 Pengawas

Satreskrim Polresta Samarinda, Kalimantan Timur sendiri sudah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga telah memeriksa 3 penjaga PAUD tempat korban dititipkan, terdiri dari 2 guru/pengawas dan 1 kepala sekolah.

Saat korban hilang, dalam ruang PAUD dijaga oleh 3 pengawas. Namun 1 orang (Kepala Sekolah bernama Mardiana) pergi ke dapur untuk membuat susu bagi seorang balita yang menangis. Seorang guru/pengawas pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Hingga tersisa 1 pengawas saja. Hanya dalam waktu sekitar 5 menit, Yusuf pun menghilang.

“Saat itu yang berjaga adalah Bunda Marlina dan Yanti dan dalam pra rekontruksi tadi diperagakan bagaimana keduanya menjaga anak anak hingga sampai hilangnya Yusuf,” terang Mardiana saat ditemui di lokasi prarekonstruksi, Senin (9/12/2019).

Dia menjelaskan, sebelum hilang korban duduk di ujung pintu menuju ke kamar mandi. Di sebelahnya ada bunda Yanti yang sedang menjaga seorang bayi.

“Entah bagaimana ia keluar saat bunda Marliana pergi kekamar mandi untuk menyiapkan air untuk memandikan para balita sementara satu lainnya menjaga satu bayi yang sedang menangis, saat itulah kemudian Yusuf menghilang, dan kejadianya begitu cepat kurang dari lima menit korban hilang, dan saya sempat mengejar korban hingga ke tepi jalan yang saat itu memang sedang becek karena habis hujan,” jelas Diana.

Dia menduga anak ini dijemput sesorang saat sudah berada di luar area PAUD, namun dirinya tak tahu sosok penjemputnya. Pasca-kejadian itu balita Yusuf dilaporkan hilang oleh pihak day care ke pihak keluarga.

“Saat itu kami menduga anak ini telah dijemput seseorang, namun kami tidak mengetahui siapa yang menjemputnya,” katanya.

Pihak Day Care membantah pintu pagar dibuka. Namun kuat dugaan pintu pagar dalam kondisi terbuka, sehingga korban bisa berjalan ke luar PAUD yang persis berada di pinggiran parit.

Tes DNA

Sebelumnya jasad Yusuf yang tanpa kepala menggegerkan warga Jalan Antasari, Samarinda, Kalimantan Timur. Jasad balita tersebut ditemukan mengapung di parit dan tersangkut di bawah jendela rumah warga yang dibangun di tepian parit, yang berjarak sekitar 4,5 km dari PAUD tempatnya menghilang, pada Minggu (08/12/2019).

Kondisi tubuh saat ditemukan sudah hancur membusuk, namun anehnya sama sekali tidak mengeluarkan bau. Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Assa mengatakan jasad balita itu sudah 16 hari berada di parit. Selain kepala, banyak anggota tubuh korban sudah tidak komplet. Karena itu, polisi akan melakukan tes DNA untuk memastikan mayat yang ditemukan adalah mayat Yusuf Ghazali.

“Kita buatkan tes DNA, kita cek lagi,” ujar AKP Damus Asa saat dihubungi, Senin (9/12/2019).

Namun orang tua balita Yusuf, menurut polisi, meyakini balita yang ditemukan tewas tanpa kepala di Jl Pangeran Antasari Gang III merupakan Yusuf. Orang tua meyakini dari kaos yang dikenakan balita Yusuf. (igo)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed