oleh

Mbah Karsidi Digorok Teman Sendiri Karena Sakit Hati

-Hukum-179 views

Kubu Raya, Radar Pagi – Jatanras Polsek Rasau Jaya, Reskrim Polres Kubu Raya dan Resmob Polda Kalimantan Barat sukses mengungkap kasus kematian Mbah Karsidi (76). Dalam waktu 3 hari usai jenazah korban ditemukan di rawa-rawa kawasan Bintang Mas I, Rasau Jaya, tim gabungan berhasil menangkap pelaku pembunuhan berencana tersebut.

Pelakunya adalah AD. Pria 40 yang tinggal di Sekunder C, Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya itu tak lain adalah rekan korban. Dia ditangkap, pada Minggu 8 Desember 2019.

Langkah awal, korban dibawa ke RSUD dr Soedarso untuk dilakukan autopsi. Ditemukan luka di sekujur tubuh. Tulang rusuk kiri dan kanan patah serta kepala luka setelah dihantam menggunakan potongan kayu dan yang terparah pada leher korban terdapat luka gorokan pisau.

Dibantu Satuan Reskrim Polres Kubu Raya dan Resmob Polda Kalbar, anggota Jatanras Polsek Rasau Jaya kemudian melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat ini.  Keterangan sejumlah saksi mengatakan bahwa sebelum ditemukan tewas, korban sempat cekcok dengan AD.

“Hasil dari penyelidikan, kita ungkap bahwa korban dibunuh oleh tersangka AD alias AB. Setelah ditangkap, tersangka mengaku ke kita, bahwa alasan dia melakukan ini karena dendam dan sakit hati karena dicaci maki korban,” ucap Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana, dilansir sindonews.

Sakit hati yang dirasakan AD ini saat korban mencaci serta menghinanya di depan orang ramai. Kejadian itu terjadi saat keduanya menonton pertandingan sepak bola di Lapangan Garuda pada Jumat, 29 November.

“Tersangka ini dihina korban. Begini: AD kamu tidak layak untuk hidup di dunia ini. Dari situlah tersangka dendam dan dilakukan perencanaan pembunuhan,” beber Yani.

Kemudian AD menyusun rencana pembunuhan ini. Sebelum nyawanya dihabisi, pada Senin 2 Desember itu, korban bertemu dengan AD. Kemudian, AD menggiring atau mengajak korban bertemu di Sekunder C, tepat di Bintang Mas I. Sekira pukul 08.00 Wib, AD langsung mengeksekusi korban dengan pisau dan potongan kayu yang kini sudah dijadikan barang bukti kejahatan.

“Setelah di sana korban dianiaya. Hasil diautopsi oleh pihak dokter, terdapat luka gorok pada bagian leher korban. Kemudian ditemukan benturan benda tumpul pada dada korban yang mengakibatkan empat tulang rusuk bagian kanan dan kiri patah. Lalu ada luka benda tajam di bagian kepala. Adanya pendarahan di bagian belakang kepala akibat benda tumpul,” papar Yani.

Saat didatangi di kediamannya, AD tak mengakui pembunuhan tersebut. Bahkan dia selalu berbelit-belit menjawab pertanyaan tim gabungan. Pada akhirnya, tim melihat ada jejak sepeda motor di sekitar lokasi.

“Setelah ditemukan dua alat bukti, baru kita lakukan upaya paksa dan tersangka akhirnya mengakui membuang sepeda motor korban ke sungai dan mengakui pembuhunan itu,” tutur Yani.

Ternyata, uang yang dibawa Mbah Karsidi saat tewas juga diambil Adi alias AB, teman yang membunuhnya.

“Dari keterangan yang ada, korban membawa uang. Uang tersebut diambil pelaku,” kata Yani.

Jumlah uang Mbah Karsidi yang diambil Adi sebanyak Rp5,2 juta. Maka dari itu, kata Yani, selain menjerat Pasal 340 KUHP, kemungkinan pihaknya juga menerapkan Pasal 365 KUHP kepada Adi.

Pasal 340 KUHP berbunyi “Barang siapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.”

Sementara Pasal 365 KUHP adalah pasal pencurian dengan kekerasan sebagai pemberatan dari pasal pencurian biasa.

Sementara itu, Adi mengaku menyesali perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa orang. Apalagi korban merupakan teman dekat yang sudah dikenali belasan tahun. “Saya menyesal Pak,” akunya.

Dia mengakui memang mengambil uang Mbah Karsidi. “Uang itu saya gunakan untuk menebus (gadaian, red) sepeda motor,” akunya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed