oleh

Polisi Tahan Pelaku yang Sebut Banser “Kafir”

-Hukum-864 views

Jakarta, Radar Pagi – Polisi menetapkan HA, pelaku persekusi yang mencap kafir ke anggota Banser karena Banser tersebut menolak disuruh mengucapkan takbir tanpa alasan yang jelas di pinggir jalan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, HA langsung ditahan selama 20 hari dengan kemungkinan perpanjangan 40 hari.

“Pelaku kita kenakan Pasal 310, 311, 335 KUHP juga UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Bastoni Purnama  di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (12/12/2019).

Dalam rilis perkara sore tadi, HA yang kelihatan garang di medos saat melakukan persekusi hanya bisa menunduk lemas. menyesali perbuatannya yang disebutnya karena emosi.

“Saya menyesali kekhilafan tersebut karena dilatari oleh keadaan emosi,” ujar HA di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (12/12/2019).

Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).

“Permintaan maaf saya, terutama kepada masyarakat, dan terutama NU, para ulama, dengan saudara se-Muslim kita, Banser, dan GP Ansor,” katanya.

Sebelumnya, HA (30) mengaku tersulut emosi lantaran bersenggolan dengan korban. Pelaku kemudian memberhentikan sepeda motor korban di kawasan Pondok Pinang.

“Pelaku dari arah Lebak Bulus bersamaan dengan korban, kemudian merasa dipepet atau bersenggolan, kemudian pelaku merasa kesal, tersinggung, kemudian pelaku mengejar korban. Kemudian di daerah pondok pinang, pelaku menghentikan korban, kemudian terjadilah persekusi tersebut,” katanya.

Bastoni mengatakan, HA melakukan persekusi seorang diri dan atas nama pribadi, bukan ormas. Pelaku melakukan perekaman menggunakan handphone.

“Pelaku melakukan sendiri, yang merekam video pelaku sendiri dengan menggunakan handphone, ini barang buktinya kita amankan, yang digunakan merekam video tersebut, kejadian persekusi tersebut,” jelasnya.

Video itu, lanjut Bastoni, dibagikan di grup WhatsApp (WA) group. Namun kemudian pelaku ditegur oleh anggota di grup WA itu. Dari sana, rekaman video menyebar dan jadi viral.

Setelah tahu dirinya diburu polisi, HA yang semula gagah perkasa pun mendadak hilang nyali. Dia kemudian kabur ke Padepokan Mojoagung, Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat, sampai akhirnya ditangkap setelah 2 hari ngumpet di sana. (juwita)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed