oleh

Tes Fisik Honorer DKI Masuk ke Got, PHK2I: Tidak Manusiawi

-NUSANTARA-788 views

Jakarta, Radar Pagi – Ramai di media sosial pegawai honorer di Jakarta Barat masuk ke got yang berisi air keruh dan kotor saat melakukan tes perpanjangan kontrak.

Di video tampak ada lebih dari 30 pria dan wanita berendam dalam sebuah saluran air, berbaris dalam dua banjar.

Orang-orang di dalam saluran air ini saling memijat bahu, bergantian baik pria maupun wanita. Mereka tampak diawasi oleh sejumlah orang yang mengenakan pakaian dinas PNS/ASN.

Terkait adegan dalam video tadi, Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta menyesalkan aksi honorer masuk ke dalam got saat tes fisik perpanjangan kerja honorer DKI di Jakarta Barat. Mereka mengaku kecewa dengan Kelurahan Jelambar dan Pemprov DKI Jakarta.

“Kami dari forum, kecewa dan marah kenapa kawan-kawan kami diperlakukan seperti itu,” ujar Koordinator Wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta Nur Baitih, Sabtu (14/12/2019).

Menurut Nur, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah sudah mengeluarkan surat edaran Nomor 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan. Namun, kata Nur, Kelurahan Jelambar tidak melaksanakan perintah yang tertuang dalam surat itu, padahal di dalam surat itu jelas diterangkan bahwa pegawai honorer yang ingin melanjutkan kontrak tidak lagi mengikuti tes fisik adan tes tertulis.

“Rupanya banyak lurah yang di DKI Jakarta terutama, yang lapor ke forum itu Jakarta Barat, masih ikuti (aturan) pertama, jadi SE (surat edaran) Sekda ini nggak dijalanin, maka terjadilah tes lapangan. Kalau diadakan tes nggak seperti itu lah, kami kan manusia, teman-teman memang butuh pekerjaan, tapi nggak musti seperti itu, itu nggak manusiawi, airnya kotor, hitam, pasti penuh kuman penyakit,” jelasnya.

Nur menjelaskan dalam peraturan kemarin setiap honorer yang melakukan perpanjangan kontrak itu memang ada tes tertulis dan tes fisik. Dia juga menyebut kasus honorer masuk got ini masuk ke kategori tes fisik.

“Setiap tahun honorer k2 dan non k2 kerja di instansi pemerintah ada yang namanya PJLP (Pelayanan Jasa Layanan Perorangan) kalau di PJLP itu semuanya berlaku di pemerintah, termasuk kemarin kawan-kawan tes yang tes rekrutmen dalam selokan, rata-rata pekerja yang di instansi kelurahan, tapi yang tes itu nggak semuanya bekerja di lapangan, ada yang staf administrasi semuanya disamaratakan, ada tes tertulis, dan tes lapangan, tes lapangan itu berbentuk fisik yang seperti ini,” jelasnya.

Nur menambahkan dirinya berharap nantinya pihak-pihak yang lalai dalam kasus ini diberi sanksi. Dia juga mengingatkan agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

“Silakan tanya sanksi ke BKD, tapi yang kami tahu selama proses BAP mereka dinonjobkan,” ujarnya. (Zunita Putri/dtc/red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed