oleh

Jakarta Makin Semrawut, Parkir Liar Menjamur

-NUSANTARA-177 views

Jakarta, Radar Pagi – DKI Jakarta semakin semrawut. Selain kemacetan tetap tak berkurang, malah semakin parah, trotoar yang merupakan hak pejalan kaki kini juga ‘diambil alih’ oleh juru parkir liar untuk parkir kendaraan. Sebagian lagi dikuasai pedagang kaki lima (PKL).

Kondisi itu antara lain terlihat di Jl Wahid Hasyim, dekat Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Sejumlah kendaraan, mulai motor hingga bajaj parkir di sana.

Sementara itu, para pedagang sayuran terlihat berjualan di pinggir jalan di Jalan Srikaya 1 dan Jalan Srikaya 2. Kendaraan pribadi juga tampak parkir sembarangan.

Kondisi serupa juga terlihat di Rawa Sari, Jakarta Timur, tepatnya di dekat Halte Bus TransJakarta Kayu Putih. Pada hari yang sama, sekitar pukul 15.00 WIB, ada lima mobil yang parkir di trotoar di sisi Jalan Ahmad Yani dari arah Pramuka menuju Cempaka Putih.

Kendaraan tersebut menutup guiding blocks untuk penyandang disabilitas. Pejalan kaki pun terpaksa menghindar dari mobil-mobil yang parkir ini.

Tidak hanya di trotoar, setidaknya ada 4 mobil yang parkir di badan jalan. Mereka parkir di belakang lokasi galian jalan. Sejumlah ojek online juga tampak menurunkan dan menanti penumpang di sekitar lokasi.

Kondisi ini sebenarnya bermula ketika Pemprov DKI melalui dinas terkait melakukan ‘proyek mercusuar’ memperlebar dan mempercantik trotoar. Di tangan fotografer profesional yang memotretnya pada malam hari saat kondisi sudah sepi, foto trotoar cantik tersebut sangat indah dipandang mata. Tak heran bila banyak netizen mempostingnya di media sosial, tentu disertai puja puji kepada Pemprov DKI.

Namun sayang, di siang hari kondisi tak seindah fotonya. Penataan tanpa disertai ketegasan aturan dari Pemprov DKI, membuat trotoar kehilangan fungsi aslinya. Di sejumlah lokasi, trotoar lebar dimanfaatkan pengendara yang tidak bertanggung jawab untuk parkir. Juru parkir liar pun mengeduk keuntungan tidak sedikit dari bisnis trotoar tersebut.

Kondisi yang sama juga terlihat di sepanjang Jalan Cikini. Tampak banyak motor yang diparkir di trotoar yang sudah direvitalisasi. Selain kendaraan parkir, di trotoar juga banyak pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangannya.

Iyus, salah satu warga yang melintas daerah itu pun mengaku terganggu dengan kehadiran kendaraan yang parkir dan pedagang kaki lima di trotoar. “Saya sering lewat sini, saya merasa terganggu kalau parkirnya nutupin trotoar,” katanya.

Akan Ditertibkan

Pemprov DKI sendiri lama-lama gerah juga dikritik soal trotoar ini. Mereka berjanji akan turun tangan menindaklanjuti pelanggaran tersebut.

“Nanti ada tim gabungan dari wali kota, satpol PP, Dishub, dan dinas bina marga DKI untuk melakukan penertiban,” ujar Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho, ketika dihubungi, Sabtu (14/12/2019) malam.

Hari mengatakan pihaknya akan memasang tiang agar pelanggaran tersebut tidak dilakukan lagi. Namun, Hari belum mengetahui kapan tiang tersebut akan dipasang.

“Dan akan kita pasang bollard untuk pengaman. Ya lagi kita inventarisasi,” kata Hari.

Kalau bisa sih kendaraan yang parkir di trotoar dilem saja pak dengan lem aibon biar sama-sama kapok. (dtc/red)

News Feed