oleh

Selandia Baru Impor Kulit Manusia untuk Selamatkan Korban Letusan Gunung White Island

Wellington, Radar Pagi – Para penyelam mencari korban hilang dari letusan Gunung White Island di Selandia Baru yang meletus pada Senin, 9 Desember 2019, saat kerumunan turis berjumlah 47 orang berkunjung ke sana. Pencarian dilakukan lantaran masih ada korban hilang yang belum ditemukan. Impor kulit manusia pun dilakukan guna menolong kesembuhan para korban yang mengalami luka bakar.

Sampai Minggu (15/12/2019) dini hari, korban tewas akibat letusan itu mencapai 14 orang, namun diperkirakan bakal bertambah karena banyak korban terluka yang dirawat masih dalam kondisi kritis setelah mengalami luka bakar yang sangat parah.

Untuk membantu peyembuhan para korban, pejabat medis Selandia Baru sampai mengimpor sekitar 1,2 juta sq cm kulit manusia. Jumlah kulit yang dibutuhkan setara dengan kulit 60 orang. Di Selandia Baru, 5 hingga 10 orang menyumbangkan kulit setiap tahun, untuk keperluan operasi penyelamatan korban luka bakar.

Tim ahli bedah di beberapa unit luka bakar di seluruh negeri itu bekerja sepanjang waktu.

“Apa yang kami hadapi pada hari Senin (saat Gunung White Island meletus) adalah di luar pemahaman,” Dr Heike Hundemer, pemimpin klinis di Rumah Sakit Whakatane.

Sejauh ini, pencarian jasad di bawah air terkendala perairan di sekitar pulau yang terkontaminasi material letusan berupa batu, lava dan bahan kimia, sehingga mengurangi jarak pandang para penyelam.

“Para penyelam melaporkan melihat beberapa ikan dan belut mati tersapu ke pantai dan mengapung di air. Setiap kali para penyelam muncul dari air, mereka didekontaminasi menggunakan air segar,” ungkap kepolisian Selandia Baru, dilansir Reuters.

Kepolisian menyatakan mereka tidak dapat menemukan dua orang lain yang masih hilang, tapi sempat melihat satu jasad di perairan tidak jauh dari garis pantai pulau itu.

Sembilan penyelam kepolisian kembali melakukan pencarian pada pukul 7.00 pagi waktu setempat dan operasi akan dibantu tim penyelam angkatan laut.

Jasad enam orang sebelumnya berhasil ditemukan di daratan pada Jumat (13/12/2019) kemarin setelah tim militer dengan pakaian khusus dan masker gas mendarat di gunung yang terletak di tengah pulau tak berpenghuni yang banyak dikunjungi turis itu.

Tim kemudian membawa jasad-jasad itu dalam operasi yang sangat berisiko karena gunung yang oleh penduduk asli Selandia Baru disebut  Maori Whakaari itu masih dapat meletus setiap saat.

Tidak ada tanda-tanda kehidupan di pulau tersebut. “Kami sekarang hidup dengan rasa putus asa yang semakin besar untuk membawa pulang orang-orang yang kami tahu ada di sana dan orang-orang yang kami cintai,” kata Wali Kota Whakatane, Judy Turner.

“Rasa frustrasi keluarga-keluarga yang paling terpengaruh sepenuhnya dapat dipahami. untuk orang-orang dalam situasi ini,” tambahnya. (viktor)

 

News Feed