oleh

Calon Guru Berstatus CASN Kemenag Harus Ikut Program Induksi

-NUSANTARA-188 views

Sukoharjo, Radar Pagi – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo menggelar sosialisasi Program Induksi Guru Pemula (PIGPM). Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kankemenag Sukoharjo, Ihsan Muhadi, pada Senin (16/12/2019) bertempat di gedung KPRI-IPA Sukoharjo dengan mengundang seluruh CASN dilingkungannya beserta guru pembimbing, kepala madrasah, dan pengawas.

Ihsan Muhadi dalam sambutannya mengapresiasi CASN sudah diangkat di lingkungan Kemenag Sukoharjo dan berharap kedepannya membawa kebaikan dan kemanfaatan pada program belajar madrasah.

Menurutnya sebagai guru madrasah berbeda dengan guru lainnya karena tidak hanya mengajar, membimbing, tetapi juga menjadikan anak yang memiliki kecerdasan emosi, keilmuan, dan spiritual.

“Sekarang CASN harus mampu mengoptimalkan kemampuannya, berkreasi, dan bertanggung jawab melalui mengajar anak-anak dengan baik. PIGPM sendiri tak lepas dari penanaman lima budaya kerja yang terus diterapkan oleh pemerintah,” tandas Ihsan.

Sementara itu dalam penjelasannya, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Susilowati, mengatakan bahwa PIGPM merupakan program pertama yang diluncurkan untuk CASN di lingkungan Kemenag. Pemerintah menganggap bahwa CASN baru mengawali proses pembelajaran.

“Semua CASN akan dibimbing oleh guru senior di lingkungan kerjanya selama 10 bulan dan dua bulan berikutnya akan dilakukan penilaian oleh kepala madrasah dan pengawas. Mereka akan dibimbing dalam menyiapkan pembelajaran sehingga bisa menjadi guru profesional,” ujarnya.

Nanti, kata Susilowati, setiap guru CASN akan dibimbing oleh satu guru agama dan guru mata pelajaran. Persiapan akan dimulai bulan Desember sampai bulan ke sembilan.

“Di bulan sepuluh akan dilakukan penilaian oleh pengawas yang sebelumnya di bulan pertama sampai sembilan akan dilakukan penilaian awal oleh guru dan kepala madrasah,” katanya.

Lebih lanjut Susilowati mengatakan bahwa PIGPM bertujuan untuk membantu guru pemula agar mempunyai kompetensi agama Islam dan bisa beradaptasi dengan iklim kerja di lingkungan Kemenag.

“Program ini membantu agar dapat menjadi guru profesional di madrasah dan memperkuat empat kompetensi yang harus dimiliki guru,” ungkapnya.

Dia juga berpesan kepada guru pembimbing untuk bisa membimbing dengan baik sehingga bisa bermanfaat untuk semua. (prynt)

News Feed