oleh

Kepala P2P Dinkes Kota Batu: Penderita HIV/AIDS Bertambah Drastis

-NUSANTARA-153 views

Batu, Radar Pagi – Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batu, Yuni Astuti, menemukan hampir semua kasus HIV baru dialami oleh penduduk usia produktif. Dan meraka didominasi para pekerja hiburan malam.

“Aktivitas yang tinggi pada usia ini membuat banyak kelompok produktif yang melakukan perilaku seks berisiko, jadi banyak masyarakat belum paham bahaya HIV/AIDS,” ujar Yuni Astuti, Rabu (18/12/2019).

Yuni mengatakan, cepatnya perkembangan penderita HIV/AIDS ini didorong pula oleh minimnya pengetahuan masyarakat tentang layanan kesehatan berupa pengecekan dan konsultasi HIV/AIDS. Banyak orang dewasa mengalami gejala HIV/AIDS tak segera memeriksakan diri sehingga berpotensi menularkan pada orang lain.

“Dalam lima tahun terakhir, untuk kasus penggunaan jarum dari obat-obatan terlarang sudah menurun sangat drastis sejak dua tahun terakhir,” imbuhnya.

Ia pun mengatakan, pemerintah telah berhasil menekan penyebaran HIV/AIDS melalui jarum suntik. Namun, penyebaran karena perilaku seks bebas justru meningkat drastis. Yang lebih buruk, penularan HIV/AIDS juga meningkat di kalangan ibu rumah tangga dan berpotensi menular pada anak.

“Perilaku seks berisiko karena lingkungan, masalah keluarga, dan lemahnya agama menjadi hal yang perlu ditangani serius,” katanya

Lanjut dia mengatakan, untuk memaksimalkan kampanye pencegahan HIV/AIDS terhadap kelompok produktif, Kementerian terus mendekatkan akses layanan kesehatan pada masyarakat.

Menurut dia, saat ini mayoritas puskesmas dan rumah sakit sudah dibekali pengetahuan untuk melayani konsultasi HIV/AIDS.

“Hingga tahun 2019 ini tercatat ada 18 orang yang terjangkit. Angka tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya. Semakin banyak warga yang melapor, artinya populasi penyebaran semakin terdeteksi,” ucapnya

Ia menambahkan, sulitnya pemetaan pengidap AIDS dikarenakan para penderita cenderung tertutup. Sehingga, mengakibatkan korban sulit ditemukan.

Oleh sebab itu, ia terus menyampaikan agar masyarakat tidak menjauhi orang dengan HIV/AIDS. Juga memberikan motivasi agar ODHA menjalani hidup bahagia.

“Tidak perlu minder. Ini yang terus kami kampanyekan. Jauhi penyakitnya, jangan jauhi orangnya,” tegasnya. (Med)

News Feed