oleh

Wiranto Sakit Hati Tidak Diundang ke Munas HANURA

-Nasional-178 views

Jakarta, Radar Pagi – Pendiri Partai Hanura yang kini menjabat sebagai Ketua Wantimpres, Wiranto, merasa tidak dihargai oleh kader partainya sendiri yang susah payah dia besarkan selama 10 tahun terakhir.

“Saya tidak dibormati sebagai pendiri partai, tidak dihormati sebagai orang yang berjuang membesarkan partai 10 tahun,” ujar Wiranto di Hotel Century Park, Jakarta, Rabu (18/12).

Wiranto mengaku dirinya bahkan dituduh berkhianat oleh sejumlah internal partai, setelah menerima posisi sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Padahal, saat itu ia mengundurkan diri dan menyerahkan posisi ketua umum kepada OSO.

“Bahkan dimaki, dituduh pengkhianat dan sebagainya, dengan cara lain saya akan terus membangun partai ini,” ujar Wiranto.

Terkait Munas III Partai Hanura yang digelar pada 17 hingga 19 Desember 2019, Wiranto menilai Munas itu cacat. Pasalnya, banyak permasalahan di internal partai, antara lain selalu ingin berkonflik dengan Ketua Dewan Pembina yang dijabatnya.

“Saya melihat Munas ini roh yang sudah berbeda. Semangatnya sudah berbeda dan selalu ingin berkonflik dengan Ketua Dewan Pembina,” ujar Wiranto.

Untuk itu, ia juga mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Wiranto mengaku ingin fokus pada posisinya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Itu kesadaran politik saya, biarlah partai ini tenang, biarlah partai ini berjuang terus dan saya punya tugas yang lebih penting dari presiden,” Wiranto.

Ia juga menegaskan, tidak ada desakan atau intervensi atas mundurnya dia dari posisi tersebut. Wiranto juga mengaku tak dipecat oleh pengurus Partai Hanura saat ini.

“Itu ya, jadi jangan dibalik-balik. Jadi bukan karena didesak, kalau semakin didesak saya semakin tidak mau mundur, karena ada waktu tiga bulan (masa jabatan sebagai Ketua Dewan Pembina Hanura),” ujar Wiranto.

Sementara Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO)  beralasan tidak diundangnya Wiranto ke Munas Partai Hanura adalah karena di struktur kepengurusan tidak ada lagi jabatan Dewan Pembina.

“Sekarang kita sudah tidak ada Dewan Pembina di struktur organisasi, kita sesuai dengan keputusam Kemenkumham. Jadi kita berdasarkan AD/ART,” ujar OSO. (safrizal)

News Feed