oleh

Bantah Bayar Ormas Soal Uighur, RRC: Fitnah Adu Domba China-RI

-Nasional-734 views

Jakarta, Radar Pagi – Republik Rakyat China (RRC) menepis pemberitaan bahwa mereka membayar ormas Islam di Indonesia agar tidak mengkritik soal kondisi muslim Uighur di Xinjiang. RRC menyatakan konstitusi negara mereka memberi jaminan kebebasan agama dan kesetaraaan tiap warga negara.

“Tiongkok merupakan negara multietnik dan multiagama. Undang-undang Dasar maupun hukum Tiongkok memberikan perlindungan seutuhnya untuk menjamin kesetaraan antar-etnik, kebebasan beragama dan kepercayaan, serta hak asasi manusia (HAM),” demikian keterangan yang disampaikan Kedutaan Besar (Kedubes) RRC di situs resmi mereka, Kamis (19/12/2019).

Pemerintah RRC, kata Kedubes RRC, menjamin hak dasar 25 juta warga Xinjiang dari berbagai etnik. Namun dalam kurun 1990-2016 terjadi ribuan kasus kekerasan dan terorisme di Xinjiang yang menyebabkan pembunuhan terhadap banyak warga tidak berdosa, termasuk warga Muslim Uighur dan pemuka agama Islam sendiri.

Karenanya, Pemerintah Daerah Otonom Xinjiang mengambil serangkaian tindakan tegas untuk memberantas kekerasan, terorisme, dan melakukan program deradekalisasi. Hasilnya, selama 3 tahun terakhir tidak ada lagi serangan teroris di Xinjiang.

“Dalam tiga tahun terakhir, tidak satu pun kasus serangan terorisme yang terjadi di Xinjiang. Isu yang berhubungan dengan Xinjiang pada dasarnya bukan isu HAM, etnik, ataupun agama, melainkan masalah pemberantasan separatisme dan terorisme,” kata Kedubes RRC .

Pihak RRC balik menuduh sejumlah media Barat berupaya menebar firnah untuk meretakkan hubungan antara RRC dengan dunia muslim. Sejauh ini, hubungan dunia barat yang anti komunis memang tidak begitu baik dengan RRC, meski neraca perdagangan di antara mereka terus meningkat. (viktor)

News Feed