oleh

Diperkosa, Wartawati Jepang Dapat Ganti Rugi Rp421 Juta

Tokyo, Radar Pagi – Wartawati Jepang, Shiori Ito, memenangkan gugatan sipil menuntut ganti rugi dari wartawan televisi terkenal, Noriyuki Yamaguchi (53), yang telah memerkosanya. Keputusan pengadilan itu disambut para pendukung hak asasi perempuan di Jepang.

Pengadilan Tokyo memerintahkan Yamaguchi membayar ganti rugi 3,3 juta yen (Rp421 juta) pada Ito, yang menginspirasi munculnya gerakan #MeToo di Jepang. Selama ini, banyak perempuan korban perkosaan di Jepang memilih diam daripada membawa kasusnya ke pengadilan. Kasus Ito menginspirasi wanita-wanita Jepang untuk membela hak asasi mereka.

“Saya sangat senang. Tapi ini belum berakhir. Saya harus menghadapi bagaimana saya hidup dengan luka-luka saya,” kata usai pengadilan, kemarin, dikutip dari The Guardian.

Ito menuntut 11 juta yen sebagai ganti rugi setelah diperkosa dalam kondisi tidak sadar pada tahun 2015. Namun baru tahun 2017, Ito muncul mengungkap kasusnya ke publik dan melapor ke polisi. Namun Kejaksaan menolak mendakwa Yamaguchi sebagai pemerkosa karena kurangnya bukti dan saksi, apalagi jarak antara waktu lapor dengan kejadian sudah cukup lama.

Tetapi, Pengadilan juga menolak gugatan balik oleh Yamaguchi yang meminta ganti rugi 130 juta yen dari Ito dengan tuduhan pencemaran nama baik. Yamaguchi menolak tuduhan telah memperkosa. Pengadilan meragukan pernyataan Yamaguchi bahwa dia melakukan hubungan seks dengan Ito atas dasar suka sama suka.

Kejadian, kata Ito, bermula ketika Ito bertemu Yamaguchi untuk membahas tawaran pekerjaan. Dalam pertemuan itu, mereka minum-minum yang sudah menjadi tradisi Jepang. Saat dia tidak sadar, Yamaguchi memperkosanya.

Yamaguchi menyatakan dia akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan itu karena dia merasa tidak melakukan pelanggaran hukum. (yogie)

News Feed