oleh

Pelaku Dibekuk, Motif Pembunuhan Janda 4 Tahun Lalu Terungkap

-Hukum-208 views

Muba, Radar Pagi – Tim Polres Musi Banyuasin aknirnya meringkus pembunuh seorang janda bernama Maya Kartika Sari (33) yang terjadi empat tahun lalu.

Jhon Hendri Fanhar (32) warga Desa Muara Teladan ditangkap saat berada di rumah orang tuanya di Desa Muara Teladan, sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (17/12/2019) kemarin.

“Ini hasil dari penyelidikan yang panjang dilakukan Reskrim kita selama 4 tahun lebih. Setelah mendapatkan informasi, anggota Opsnal Unit Pidum Polres Muba mendatangi kediaman tersangka,” ujar Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris, saat konferensi pers, Kamis (19/12/2019).

Dari hasil pemeriksaan diketahui saat kejadian korban tengah tertidur bersama dua anaknya di dalam kamar di Dusun 1 Desa Muara Teladan Kecamatan Sekayu kabupaten Muba. Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara melompat dari pagar. Di dalam rumah, pelaku mengintip dari jendela kamar lalu melepaskan tembakan.

“Tersangka melepaskan tembakan sebanyak satu kali melalui jendela kamar korban. Untuk senjata api setelah kejadian langsung dibuang tersangka ke sungai. Saat ini pendalaman terus kita lakukan,” jelas dia.

Diketahui, peristiwa pembunuhan terhadap korban Maya Kartika Sari terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, Rabu (11/11/2015) lalu. Korban ditemukan pertama kali oleh sang ayah yakni Hosin yang mendengar suara letusan dan rintihan dari arah kamar korban.

Selanjutnya kamar korban didobrak. Saat pintu kamar terbuka korban didapati terluka tembak pada bagian pinggang sebelah kiri dan akhirnya meninggal dunia.

“Pagi itu aku sudah bangun dan seperti biasa duduk di belakang rumah. Tidak lama ada suara letusan dari kamar Maya. Dengar suara letusan itu aku langsung menuju kamar Maya, tapi setelah dibuka dia sudah meninggal,” kata Hosin.

Sementara, tersangka Jhon Hendri, mengaku usai melakukan penembakan dirinya tidak melarikan diri, melainkan beraktivitas seperti biasa. “Aku tidak melarikan diri, aku bekerja seperti biasa, ikut mertua mengurus berkas, terakhir sejak 1 tahun lalu hingga sekarang aku bekerja di PT Petro Muba (BUMD) sebagai staff operasional,” beber dia.

Aksi pembunuhan itu, sambung Jhon, direncanakan seorang diri selama satu bulan. “Aku keliling rumahnya, lalu lihat dia dari jendela, aku lompat pagar, terus ke jendela, lalu aku tembak sekali, terus pulang begitu saja,” kata dia.

Adapun motif, kata Jhon, dikarenakan dirinya kesal terhadap korban yang diduga menjadi penyebab tidak harmonisnya hubungan rumah tangga mertuanya. “Aku kesal, kedua mertua sering ribut. Karena mertua laki-laki aku ada indikasi berpacaran dengan dia, jadi mertua perempuan sering marah-marah terus bertengkar. Aksi ini inisiatif saya sendiri,” beber dia.

Ada pun barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu lembar baju warna coklat motif bunga milik korban dan satu lembar celana panjang warna sabu-abu milik korban. Sedangkan untuk senjata api rakitan jenis revolver masih dicari.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 338 KUHP Jo Pasal 340 KHUP ancaman pidana seumur hidup,” tegas dia. (red)

News Feed