oleh

DPR Minta Menag Tidak Legitimasi Pelarangan Natal di Sumbar

-Nasional-95 views

Jakarta, Radar Pagi – Anggota DPR, Ace Hasan Syadzily meminta kepada Menteri Agama Fachrul Razi untuk tak memberikan legitimasi terkait pelarangan Natal 2019 di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Pelarangan perayaan Natal di Sumatera Barat terjadi di Nagari Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung dan Nagari Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya. Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumbar membantah pelarangan itu. Kanwil menyebut yang dilakukan adalah membatasi perayaan Natal di luar tempat ibadah berdasarkan kesepakatan untuk menjaga kerukunan umat beragama.

“Soal kasus di Dharmasaraya, seharusnya Menteri Agama jangan melegitimasi pihak-pihak yang memang tidak mau perayaan Natal di Dharmasaraya itu digelar,” kata Ace , Selasa (24/12).

Ace menekankan tak ada satu pun yang boleh melarang umat beragama di Indonesia untuk beribadah sesuai keyakinannya masing-masing. Kebebasan itu, kata dia, sudah diatur dalam pasal 29 UUD 1945 sebagai konstitusi tertinggi di Indonesia.

“Makanya, saya sangat heran jika masih ada sekelompok masyarakat yang menghalang-halangi saudaranya se-tanah air dan sebangsa untuk merayakan natal,” ujarnya.

Politikus Golkar ini mengingatkan pemerintah tak boleh membiarkan hak warga negara untuk beribadah terhalangi oleh apapun. Ace pun menolak pelarangan yang berdalihkan kesepakatan-kesepakatan warga.

“Kami sangat berharap Kementerian Agama, Pemerintah Daerah dan para tokoh masyarakat untuk bermusyawarah dan berdialog agar umat Kristiani di daerah tersebut dapat merayakan hari Natal. Bahkan jika perlu difasilitasi,” kata dia.

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKB Maman Imanulhaq mengatakan bahwa kebebasan beragama bagi seluruh warga negara Indonesia sudah diatur dalam konstitusi UUD 1945. (net)

News Feed