oleh

Bupati Intan Jaya Bertemu Tokoh Masyarakat Bahas Dampak Kontak Senjata TNI-OPM

-NUSANTARA-889 views

Intan Jaya, Radar Pagi – Bupati Intan Jaya, Papua, Natalis Tabuni, SS, M.Si bersama Forkopimda menggelar pertemuan untuk mendengar langsung berbagai keluhan masyarakat terkait dampak dari kontak senjata antara TPNPB-OPM dan TNI-POLRI, baru-baru ini.

Pertemuan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada Kamis (26/12/2019) malam, dihadiri para ketua suku. Karena hari sudah larut malam dan masih banyak persoalan yang perlu dibahas, maka pertemuan dilanjutkan keesokan harinya.

Suasana pertemuan

Dalam pertemuan kedua yang digelar di Aula Kantor Bupati Intan Jaya, Kota Sugapa, pada Jumat (27/12/2019) mulai pukul 11.00 s/d 15.00 waktu setempat, peserta pertemuan semakin bertambah, termasuk unsur Forkopimda. Terlihat pula Setda Aser Mirip, SPd, M.Si yang juga bertindak sebagai moderator dalam pertemuani, Kabag Kesra Yoakim Mujizau, SSTP, serta beberapa SKPD.

Turut hadir Ketua DPRD Intan Jaya Melianus Belau, anggota DPRD yang baru dilantik seperti Detinus Saini dan Benyamin Duwitau, tokoh agama seperti Pastor Yance Yogi dan Yustinus Rahangiar Pr.

Lalu Dandim Persiapan Mayor Inf. Harianto, dan Perwira Penghubung di Intan Jaya, Mayor Inf. M. Loukaki, Kapolres Intan Jaya AKBP Yuli K. Pongbala SP.d, Kapolsek Sugapa yang baru, perwakilan dari Kopassus, kepala-kepala suku, kepala desa dari ulayat masing-masing, dan para pemuda.

Bupati Intan Jaya di luar Kantor Bupati bersama masyarakat setempat

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa persoalan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah masalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga kehadiran personil TNI dan Polri ke Papua, khususnya Intan Jaya bertujuan untuk memberi rasa aman pada masyarakat.

“Urusan TNI-Polri saling kejar dengan TPNPB-OPM, itu urusan negara. Yang penting, masyarakat jangan lari ke hutan,” kata Bupati.

Bupati mengakui dirinya menerima keluhan dari beberapa warga yang merasa trauma dengan perlakuan aparat militer dan kepolisian di masa lalu terhadap masyarakat Papua, namun Bupati meyakinkan warga bahwa saat ini hal semacam itu tidak ada.

“Apa ada semenjak kehadiran TNI-Polri, dari tanggal 17 Desember sampai sekarang tanggal 27 Desember ada masyarakat yang diancam atau ditakut-takuti? Tidak kan?” tutur Bupati.

Foto bersama usai pertemuan

Bupati juga menyampaikan laporan dari kepala desa dan angggota DPRD bahwa ada masyarakat yang meninggal sewaktu ada kontak senjata antara TNI-Polri dengan TPNPB-OPM.

“Tetapi bukan karena tertembak, melainkan karena lari ke kebun dan kelelahan,” kata Bupati.

Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, Bupati membentuk Tim yang diketuai langsung oleh Setda Kabupaten Intan Jaya, Aser Mirip. Di dalam tim tersebut, terdapat unsur DPRD, Polres dan Dandim Persiapan, dan gereja.

Tim yang dibentuk berdasarkan SK Bupati ini juga bertujuan untuk melakukan investigasi dan mendata kerugian harta benda masyarakat seperti harta berupa ternak, mendata berapa jumlah penduduk yang mengungsi, dari desa mana ke mana, juga mencari tahu apa ada korban lain yang akibat kontak senjata maupun perang.

Pertemuan pendahuluan pada Kamis (26/12/2019) malam, dihadiri para ketua suku.

Hal senada diutarakan AKBP Yuli K. Pongbala SP.d. Dalam sambutan singkatnya dia mengingatkan masyarakat tidak perlu takut terhadap TNI-Polri.

“Tugas kami ke sini untuk memberi rasa aman kepada rakyat. Masyarakat dan TNI-Polri mari saling bahu membahu,” katanya.

Namun dalam pertemuan tersebut, pastor dari Titigi meminta kepada Bupati, TNI dan Polri agar camp atau posko aparat dijauhkan dari lingkungan gereja, sebab bila berdekatan jaraknya, dikhawatirkan akan ada teguran dari keuskupan. (Om Yan)

 

 

 

 

News Feed