oleh

Kapolres Malang: Kasus Kejahatan Tahun Ini Turun 7 Persen

-Hukum-202 views

Kab. Malang, Radar Pagi – Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, kasus kejahatan di Malang pada 2019 ini menurun dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data, total kasus kejahatan di Malang pada 2019 berjumlah 2.864 kasus, angka ini cenderung turun dibanding 2018, yakni 3.093 kasus.

“Artinya ada penurunan 7 persen untuk crime total di Kabupaten tahun 2019 ini,” kata Ujung dalam konferensi pers akhir tahun di Polres Malang, Aula Sanika Satyawada Senin (30/12/2019).

Capaian terbilang prestisius dalam menjalankan tupoksinya sebagai pelayan dan pelindung masyarakat itu terlihat dari data yang disampaikan dalam mengurangi angka kejahatan di wilayah Polres Malang.

Dimana, menurut Ujung, kejahatan di tahun 2019 mengalami penurunan sampai 7 persen dibanding tahun 2018 lalu.

Yakni, dari angka 3.093 kasus menurun menjadi 2.864 kasus sepanjang tahun 2019 ini.

“Salah satu keberhasilan Polres Malang di akhir tahun 2019 adalah turunnya kejahatan dibanding tahun 2018 lalu,” ucap Ujung.

Penurunan angka kejahatan di wilayah Polres Malang terlihat dari crime index pencurian dengan kekerasan (curas) mengalami penurunan kejadian 68 persen.

Sedangkan untuk pencurian dengan pemberatan (curat) turun sampai 15 persen dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) turun 5 persen.

Tak hanya berhenti di kejahatan tersebut, di tahun 2019 Polres Malang pun sukses menggulung berbagai kasus menonjol lainnya.

Selain berhasil ungkap kasus narkoba sebanyak 314 dengan 358 tersangka, Polres Malang juga berhasil menyelesaikan 6 kasus tindak pidana korupsi serta tindak pidana ringan sebanyak 673 kasus.

“Berbagai raihan positif itu tak lepas dari dukungan masyarakat dan tentunya media sebagai corong informasi publik,” ujar Ujung yang juga menyebutkan sepanjang tahun 2019 telah mampu mengungkap kasus perdagangan satwa ilegal, judi Pilkades, penipuan internasional, perdagangan anak, uang palsu serta berbagai tindak pidana lainnya.

Tak hanya di ranah kejahatan, Polres Malang yang memiliki program 77 Unggul sebagai implementasi dari program Promoter Kapolri, diklaim sukses sepanjang tahun 2019 ini.

Terdiri dari 50 program operasional dan 27 program pembinaan, program 77 Unggul telah berhasil mengantarkan Polres Malang menyabet berbagai penghargaan bergengsi di tahun 2019.

Seperti predikat wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBK WBBM), Satker Terbaik kelola anggaran dari KPPN, Penghargaan Kapolres Teladan dari Direktur Lemkapi, Yanlik Pelayanan Prima dari Kemenpan RB, dan Juara Lomba Kawasan Tertib Lalu Lintas.

Berbagai predikat itu diraih dari berbagai pelayanan prima di bidang pelayanan publik (yanlik), Malang Integrated Command Center, Aplikasi Malang E policing, E-satpas, Simanis, 3 in 1 public service dan teknologi informasi yanlik lainnya.

Sedangkan yanlik yang telah menjadi rutinitas anggota Polres Malang, seperti program humanisme polisi pun terus diintensifkan. Misalnya, Jumatan keliling, 1.000 kawan, bedah rumah, sambang tokoh dan lainnya.

“Tak kalah penting program manajemen media yang telah berjalan selama ini. Baik dengan adanya media center, sambang silaturahmi media, jurnalis polres Malang dan lainnya,” ungkap Ujung.

Dia berharap di tahun 2020 Polres Malang semakin baik dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman pada masyarakat. (Med)

News Feed