oleh

Banjir Genangi Perumahan Warga di Bekasi

-NUSANTARA-1.165 views

Bekasi, Radar Pagi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai cuaca di Jabodetabek. Ibu Kota berpotensi dikepung banjir lantaran diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Sejak Selasa Sore, pukul 17.00 (31/12/2019) hingga Rabu pagi, 1 Januari 2019 pukul 07.30 WIB hujan terus mengguyur hampir seluruh wilayah Jabodetabek. Artinya ada sekitar 24 jam penuh, hujan turun tanpa henti.

Akibatnya, hujan dengan intensitas tinggi di awal tahun baru 2020 ini mengakibatkan banjir memenuhi jalanan, tak terkecuali perumahan warga di Bekasi.

Banjir dengan ketinggian 20-50 cm menyulitkan warga untuk beraktivitas. Di kompleks perumahan di Summarecon di Mapple Timur, Bekasi, tampak beberapa warga beramai-ramai mendorong beberapa mobil dan sepeda motor yang mogok akibat mogok.

Saat ditemui di lokasi banjir di pemuhaman Summarecon, seorang warga bernama Mr. Bee memberi kesaksian bahwa banjir kali ini sungguh luar biasa.

“Sudah 6 tahun kami tinggal di kompleks ini, dan baru kali ini ada banjir yang begitu besar memenuhi semua kompleks perumahan yang sejak awal sudah diprediksi bebas dari banjir oleh pengembang”, kata Mr. Bee sambil merasa kedinginan.

Tampak di sekitaran lokasi perumahan warga, tempat-tempat sampah berceceran diterpa banjir yang ketinggiannya mencapai 30 cm.

Banjir juga terlihat memenuhi underpass di jalan Kalimalang, tepatnya di perbatasan Bekasi Barat dan Jakarta Timur. Disini, arus kendaraan lumpuh total. Diperkirakan kedalaman banjir mencapai 1,5 meter dari permukaan tanah.

Keadaan ini membuat rambu-rambu lalu lintas tidak dihiraukan lagi. Jalan tol lintas Jawa di sekitar lokasi, harus rela berbagi jalur dengan ratusan sepeda motor yang ingin melintas ke Jakarta atau sebaliknya ke Bekasi.

BMKG memberi peringatan, cuaca hujan kemungkinan akan tetap berlanjut dalam beberapa hari ke depannya. Untuk itu, warga diminta untuk tetap hati-hati dan menjaga keselamatan dalam berkendara. (net)

News Feed