oleh

3 Tahun Memimpin, Payapo-Akerina Terus Benahi SBB

-NUSANTARA-163 views

Kab. SBB, Radar Pagi – Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) memasuki usia 16 tahun dan selama 3 tahun terakhir dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati M. Yasin Payapo-Timotius Akerina. Berbagai pembenahan dan perubahan di berbagai sektor pun dilakukan, seperti perbaikan ekonomi masyarakat, sosial budaya, aspek politik dan keamanan yang semakin membaik, sesuai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun tidak dapat dimungkiri masih juga terdapat kesenjangan sosial di masyarakat Seram Bagian Barat.

Bupati SBB M. Yasin Payapo dalam rapat paripurna istimewa yang berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) SBB beberapa waktu lalu mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada DPRD SBB dan wakil bupati yang sudah banyak membantu sebagai mitra dalam mengawal arah kebijakan yang termuat dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD).

Ucapan terima kasih juga disampaikan Bupati kepada TNI dan Polri yang sudah menjaga keamanan di bumi berjuluk Saka Mese Nusa selama ini.

“Saya dan wakil bupati menaruh harapan besar kepada lembaga legislatif dalam mengawal semua program pemerintah, pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan yang sedang kami jalankan melalui visi-misi yang tertuang dalam RPJMD,” kata Bupati.

“Kami mulai menata infrastruktur jalan untuk membuka keterisolasian masyarakat di daerah pegunungan Taniwel dan Kairatu, Huamual, jalan lingkar pulau Buano, kelang serta Manipa yang terus berlanjut secara bertahap,” harapnya.

Pemkab SBB, kata Bupati, mendorong peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan dengan pembangunan puskesmas modern rawat inap dan rawat jalan di kecamatan terpencil.

Bupati mengharapkan kepada seluruh masyarakat SBB agar terus menjaga kebersamaan, persatuan dalam bingkai “Pela Gandong” sebagai wujud hidup orang bersaudara agar tercipta kerukunan dan keharmonisan.

Dia juga mengingatkan terutama kepada Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab SBB agar meninggalkan kebiasaan menunda pekerjaan, kebiasaan saling marah, kebiasaan saling iri karena semua itu akan membawa kepada kehancuran. (jabar payapo)

News Feed