oleh

Proyek RTH Masjid Baitul Makmur Tanjung Uban Diduga Tidak Sesuai Bestek

-NUSANTARA-209 views

Kep. Riau, Radar Pagi – Proyek tata ruang terbuka hijau Masjid Baitul Makmur Kelurahan Tanjung Uban Kabupaten Bintan Provinsi Kepri dinilai amburadul. Pasalnya proyek yang didanai APBD Bintan Tahun 2019 itu banyak yang tidak sesuai bestek.

Proyek yang ditangani Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bintan ini ternyata juga didampingi tim pengawal dan pengawasan pemerintah dan pembangunan (TP4D) Kejari Kabupaten Bintan. Hal itu terlihat berdasarkan tulisan plang yang berada di lokasi proyek yang dinilai bermasalah itu.

Demikian disampaikan Suprayogi (45), warga Bintan, Kamis (14/1/2020). Dirinya berharap agar aparat penegak hukum dapat turun tangan melihat dan mengecek secara langsung fisik proyek tersebut.

“Sangat disayangkan proyek senilai Rp 2.637.000.000, ini tidak dikerjakan dengan baik. Saya yakin proyek pelaksanaan 180 hari kalender ini banyak menuai masalah,” ujarnya.

Dijelaskannya beberapa pengerjaan yang diduga menyalahi aturan, misalnya ketebalan cor-coran plat lantai yang sehusnya 10 cm, ternyata dikerjakan hanya 5 dan 7cm, tentu ini menyalahi dari speks. Selain itu juga neon box hurup  proyek itu mestinya sudah harus terpasang 29 Desember 2019, ternyata hingga kini baru dibuat dan belum terpasang juga.

Ditambahkan Suprayogi, cat yang dipergunakan oleh kontraktor CV Nabilla Permata ini juga dimanipulasi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Seharusnya cat dipakai bermerek Termothek, namun terlihat di lapangan justru cat yang tidak berkualitas.

Selain itu batu alam yang terpasang saat ini banyak yang  pecah, termasuk sumur bor tidak maksimal, dan pemasangan batu miring sebagian sudah retak sehingga proyek itu nyaris roboh.

Belum lagi jenis pasir tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) harusnya jenis pasir yang diperuntukkan adalah pasir putih bersih namun di lapangan dipergunakan pasir kotor bercampur tanah.

Di tempat terpisah Ketua LSM Indonesia Crisis Centre Provinsi Kepri Laode Komarudin berharap agar proyek-proyek yang amburadul dapat diperiksa aparat penegak hukum.

“Nanti kita akan coba kordinasikan dengan pihak Kejaksaan Kepri, agar proyek yang bermasalah ini dapat di periksa. Jika terbukti ada kecurangan harus di proses sesuai dengan aturan hukum” tegasnya. (Jhonson)

News Feed