oleh

Suami Bunuh Istri yang Hamil Tua Gara-gara Mobil

-Hukum-271 views

Pangkep, Radar Pagi – Polres Pangkep terus mengusut kasus pembunuhan Fatmawati alias Fate (42) yang dihabisi oleh suaminya sendiri, Andi Arsyad (61) di kediaman mereka di  Desa Parenreng, Pangkep, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, (16/1/2019) pukul 23.30 Wita. Motifnya diduga gara-gara persoalan mobil. Terdapat dua versi yang beredar ihwal pemicu kasus pembunuhan tersebut.

Versi pertama, Arsyad kesal terhadap Fatmawati yang diduga menjual mobilnya dan uang hasil penjualan tidak diserahkan ke pelaku. Versi kedua, mobil tersebut ditarik dari leasing karena terlambat membayar cicilan yang membuat Arsyad jengkel dan melampiaskan ke korban.

Arsyad diketahui menganiaya Fatmawati hingga tewas. Disebut pelaku menikam istrinya menggunakan senjata tajam jenis badik sebanyak 29 kali hingga meregang nyawa. Tak hanya itu, ia juga menikam anak tirinya yang masih berumur sembilan tahun yang kini masih dirawat di rumah sakit.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, mengatakan pelaku sudah ditangkap tidak lama setelah kejadian pembunuhan. Petugas harus melumpuhkan pelaku dengan timah panas lantaran mencoba melawan saat akan ditangkap. “Kita terpaksa beri tindakan tegas ke pelaku karena melawan anggota kami saat akan ditangkap,” tegasnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian milik korban dan senjata tajam berupa badik yang digunakan pelaku untuk membunuh korban dan melukai anak tirinya.

Keluarga Fatmawati, Syarifuddin, membantah informasi terkait korban telah menjual mobil milik pelaku yang akhirnya memicu insiden tragis tersebut. Yang benar, kata dia, adalah versi kedua, terkait mobil itu ditarik leasing karena terlambat membayar cicilan.

“Mobil tersebut tidak dijual, tapi disita pihak leasing karena tidak membayar biaya bulanan,” singkatnya.

Diketahui, insiden tragis itu bermula ketika pelaku mendatangi rumah korban di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, Kamis (16/1/2020) malam. Antara korban yang sedang hamil tua dan pelaku diketahui pisah ranjang sejak beberapa bulan lantaran korban kerap dianiaya pelaku.

Sambil membawa senjata tajam berupa badik, pelaku mencari korban, tapi tak kunjung dibukakan pintu. Sehingga, pelaku  merusak kaca jendela bagian belakang rumah dan masuk ke rumah melalui jendela tersebut.

Melihat pelaku telah masuk ke dalam rumah, korban langsung berusaha melarikan diri dengan keluar rumah melalui pintu depan dan kabur ke rumah tetangganya. Tapi pelaku saat itu tetap mengejar korban dengan membawa badik sudah terhunus.

Tanpa ampun, pelaku menikam tubuh korban secara membabi buta sebanyak 29 kali tusukan hingga korban terkapar di depan pintu rumah tetangganya. Belum puas, pelaku kembali melampiaskan amarahnya dengan menikam anak tirinya yang masih duduk di kelas IV SD hingga terluka di bagian tangan dan dada kiri saat berusaha mendekati ibunya.

Jenazah Fatmawati sudah disemayamkan di rumah duka. Sementara anaknya dirawat di RSUD Pangkep. Sedangkan AA ditangkap delapan jam usai kejadian atau keesokan harinya. AA ditangkap di Desa Benteng, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep. (igo)

News Feed