oleh

Sri Mulyani Ingin 2020 Tak Ada Lagi Penyelundupan

-Ekonomi-380 views

Jakarta, Radar Pagi – Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengharapkan terjadi titik balik dalam perekonomian negara pada 2020. Hal ini disampaikan olehnya dalam rapat kerja Menkeu RI dengan jajaran pimpinan Ditjen Bea Cukai.

Pertumbuhan pada tahun 2019 mencapai 5%. Pertumbuhan tersebut didukung dari konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Dia mengatakan jajarannya telah membuat strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara pada tahun ini.

“Maka kita mesti memiliki strategi dan mengantisipasi ketidakpastian untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020,” tulis Sri Mulyani yang dilansir dari akun Facebooknya, Senin (20/1/2020).

Sri juga mengatakan perbaikan sistem di Ditjen Bea Cuka (DJBC) sudah sangat baik. Dia mengatakan, DJBC sudah melakukan penegakan hukum yang baik.

Tantangan saat ini yang harus ditangani oleh DJBC, kata Sri, yaitu penyelundupan. Dia berharap agar tak terjadi lagi tindakan ilegal tersebut. Caranya yaitu dengan melakukan sosialisasi dan edukasi di seluruh kantor Wilayah DJBC.

“Selain menjaga legalitas, kita juga mesti memudahkan perekonomian sehingga para pelaku usaha tidak merasa kesulitan,” ujarnya.

Sri ingin Indonesia efisien untuk ekspor dan subtitusi impor. Berbagai cara dilakukan agar menurunkan munculnya ketidakpastian informasi, seperti melakukan kerjasama dengan negara lain.

Dia memberi amanat kepada para pemimpin DJBC agar lebih berwibawa dihadapan para pegawai dan stakeholders. Berwibawa yang Sri maksud yatiu mereka mampu untuk membina anak buahnya.

“Karena mereka setiap hari melihat Anda, bukan melihat saya atau melihat Pak Dirjen. Anda adalah role model bawahan Anda, leadership Anda menunjukkan kualitas DJBC secara keseluruhan,” katanya. (fitria)

News Feed