oleh

Ustad di Bangkalan Jual Sabu ke Santri, Halal Katanya

-Hukum-255 views

Bangkalan, Radar Pagi – Ustad Ahmad Marzuki alias Bindara Mad (46) warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur sehari-harinya mengajar ilmu syariah dan bahasa Arab di salah satu pondok pesantren (ponpes). Entah karena ilmunya masih cetek atau justru kelewat tinggi, Ustad Ahmad meyakini bahwa narkoba khususnya jenis sabu adalah halal.

Karena itu, selain jadi pemakai, dia juga mengedarkan sabu-sabu kepada santrinya. Aksinya itu kemudian tercium petugas, sehingga Ahmad pun kabur dan  masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama dua bulan. Hari Senin (20/1/2020) silam, dia pulang ke Kcamatan Kwanyar untuk menghadiri pemakaman salah satu tokoh di Bangkalan. Saat itulah dia ditangkap.

Selama buron, sang ustad masih sempat mengajar di salah satu ponpes di Surabaya dan Mojokerto. Pada saat mengajar, tersangka kembali menerangkan kepada murid-murid barunya bahwa sabu halal, sehingga ada muridnya yang terpengaruh dan membeli sabu itu darinya.

Ustad Ahmad merasa perbuatannya itu tidak melawan hukum. Kepada polisi, dia menegaskan sabu halal dikonsumsi sebab tidak ada larangan mengonsumsi sabu dalam Alquran.

“Tersangka ini berpandangan kalau mengisap sabu ini tak diharamkan,” kata Kapolres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Rama Samtama Putra, beberapa saat lalu.

“Saat dilakukan penangkapan, lalu kami geledah rumahnya ternyata juga masih ada seperangkat alat isab dan sisa sabu yang ia gunakan,” lanjutnya.

Kepada wartawan, Ustad Marzuki mengatakan tindakannya itu memang dilarang oleh negara, bukan oleh agama. Sebab, kata dia, dalam Alquran tidak ada ayat yang menyatakan secara jelas mengonsumsi sabu. Menurut dia, kalaupun ulama sepakat melarang sabu, itu karena ada larangan negara.

”Iya tahu kalau dilarang oleh negara,” ujarnya di Mapolres Bangkalan.

Meski begitu, sang ustad tetap mengaku menyesal gara-gara sabu dia ditangkap sehingga merasa malu. Dia mengaku bahwa dirinya mengonsumsi narkoba sudah berlangsung sejak 9–10 tahun. Menurut dia, setiap kali mau mengonsumsi, teman-temannya datang kepadanya dan patungan.

Saat digerebek, di rumahnya pun didapati dua orang sedang mengonsumsi sabu yang sebelumnya dibeli dari dirinya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 UU RI 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar. (yon)

News Feed