oleh

Jokowi Minta Prabowo Jangan Ada Mark-Up Alutsista

-Nasional-169 views

Jakarta, Radar Pagi – Presiden Jokowi meminta Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan pimpinan TNI agar jangan ada mark-up dalam pengelolaan anggaran pertahanan, khususnya pembelian alutsista.

Permintaan tersebut disampaikan lantaran anggaran yang dikucurkan untuk bidang pertahanan pada tahun 2020 ini terbilang besar, yakni Rp127,42 triliun atau meningkat 17,53% bila dibandingkan dengan anggaran 2019 sebesar Rp108,36 triliun.

Porsi anggaran pertahanan untuk tahun ini juga merupakan yang terbesar, melampaui porsi pos-pos belanja kementerian lain, termasuk anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp120,2 triliun.

“Saya juga merasa aman untuk urusan 127 triliun ini. Harus efisien, bersih, tidak boleh ada mark-up-mark-up lagi, dan yang paling penting mendukung industri dalam negeri kita,” ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada peserta rapat pimpinan (rapim) Kemhan, TNI, dan Polri tahun 2020 di Kantor Kemhan, Jakarta, kemarin.

Jokowi juga berharap, dana sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk penguatan penguasaan teknologi pertahanan yang mengikuti tren zaman, dalam hal ini menekankan teknologi otomatis yang disertai dengan sistem senjata otonom; teknologi sensor yang mengarah pada sistem penginderaan jarak jauh dan teknologi informasi (TI) yang mendukung pengembangan sistem senjata otonom dan pertahanan siber.

“Harus dihitung, harus dikalkulasi semuanya secara detail. Belanja pertahanan harus diubah menjadi investasi pertahanan,” ujar Jokowi.

Prabowo Subianto sendiri merespons harapan Jokowi agar tidak ada mark-up dalam belanja pertahanan. Dia menyatakan komitmennya akan menyisir mata anggaran pertahanan agar tak ada lagi pengadaan alutsista yang sekadar menghabiskan uang dengan dalih proyek yang tidak jelas.

“Beliau sangat tegas kepada saya, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada penyimpangan, penyelewengan. Uang sangat berat didapat, uang rakyat, dari pajak. Jadi itu terus-menerus ditekankan Bapak Presiden kepada saya,” ujar Prabowo selepas rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Dan saya menyambut sangat baik perintah itu. Kami benar-benar ingin jaga, tidak ada kebocoran, tidak ada penggelembungan, mark-up yang tidak masuk akal,” lanjut Ketua Umum Gerindra itu.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan Kemhan ingin fokus meng -gunakan anggaran untuk memperkuat dan memodernisasi alutsista TNI sepanjang 2020 ini.

“Pak Prabowo ingin salah satunya (anggaran) itu untuk penguatan dan modernisasi alutsista,” ujar dia di Gedung Kemhan, Jakarta, kemarin.

Prabowo, lanjut Dahnil, memiliki empat prinsip yang akan dijalankan dalam mengelola anggaran. Prinsip dimaksud adalah tepat guna, efisien, ekonomis, serta harus melibatkan aspek geopolitik dan geosentris.

“Itulah kenapa kemudian Pak Prabowo banyak berkunjung melakukan muhibah keluar negeri. Itu dalam rangka diplomasi pertahanan,” kata dia. (rian)

News Feed