oleh

Dyo Dijemput Pria Misterius Sebelum Tewas

-Hukum-860 views

Mojokerto, Radar Pagi – Misteri kematian Ardyo William Oktaviano alias Dyo (14), yang mayatnya ditemukan di bawah jembatan Sungai Kedung Ungkal, tepi hutan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, perlahan menemui titik terang.

Dilansir sindonews, siswa kelas IV sekolah dasar (SD) ini diduga menjadi korban penganiayaan dan pembunuhan.

Perangkat Desa Katemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Eko Wahyuti mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, sebelum ditemukan tak bernyawa, Dyo diketahui bermain gangsing dengan dua rekannya. Yakni Izul dan dan Islah, di halaman rumah tetangganya sekira pukul 20.00 WIB.

“Dari keterangan gurunya yang dikasih cerita sama Islah, waktu mereka bermain itu didatangi orang berambut panjang dan mengenakan anting. Orang tersebut meminta agar diantar ke rumah Huda. Pak Huda itu rumahnya di sebelah timur sendiri,” kata Wahyuti saat ditemui di RSUD RA Basoeni, Mojokerto, Kamis (30/1/2020).

Pria misterius berambut panjang itu disebutkan mengendarai sepeda motor merek Yamaha Vega. Awalnya, pria tersebut meminta Islah untuk mengantarnya ke tempat Huda. Namun, Islah menolak ajakan itu. Pria yang belum diketahui identitasnya itu lantas mengajak Dyo dan memboncengnya menggunakan sepeda motor ke rumah Huda.

“Saat membonceng Dyo itu, pria tersebut langsung menggeber sepeda motornya. Bahkan, Dyo itu sempat mancal-mancal (meronta-ronta). Setelah itu tidak tahu, apakah Dyo diajak ke rumah Huda itu atau kemana,” jelas Wahyuti.

Masih menurut Wahyuti, baik Izul maupun Islah mengaku tak mengetahui siapa identitas pria misterius yang menjemput Dyo. Pasca dijemput itu, Dyo juga tak terlihat kembali menemui Izul dan Islah. Hingga terdengar kabar, bocah asal Dusun Katemas, Desa Katemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto itu ditemukan tak bernyawa.

“Kalau Huda itu orangnya sudah besar, usianya jauh di atas Dyo. Mungkin temannya yang mengajak Dyo itu. Saya kurang tahu ya. Dyo itu teman anak saya, setelah diberitahu meninggal, saya langsung ke sini, karena saya juga perangkat desa,” kata Wahyuti.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokka mengatakan, pihaknya saat ini belum dapat memutuskan apakah Dyo merupakan korban pembunuhan atau bukan. Namun yang pasti, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk mendalami kasus ini. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak.

“Saat ini masih dilakukan penyelidikan berdasarkan hasil autopsi. Tapi dugaan-dugaan awal yang kami temukan pasti kami tindaklanjuti. Saya sudah kerahkan anggota, kalau misalnya nanti ada kekerasan, kami akan upayakan peristiwa awal apa yang terjadi,” kata Warokka.

Mantan Kasat Reskrim Polres Bondowoso ini mengungkapkan, hasil dari autopsi itu sangat penting sebagai pijakan penyidik kepolisian dalam melakukan penyelidikan kasus tewasnya Dyo. Terlebih dari pemeriksaan awal ditemukan luka terbuka di bagian belakang kepala siswa SDN Katemasdungus itu.

“Luka di bagian belakang kepala itu yang akan dijadikan acuan, apakah luka ini karena benturan benda tumpul atau ada hal-hal lain, misalnya jatuh dan lain sebagainya. Yang pasti kami akan mengusut kasus ini hingga tuntas,” kata Warokka. (nth/red)

News Feed