oleh

Keluarga Pdt.Yeremias Zanambani Minta Otopsi Dilakukan Dokter Independen

Intan Jaya, Radar Pagi – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk oleh Menkopolhukam melakukan kegiatan dalam rangka mencari fakta terkait penembakan di Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selama di Intan Jaya, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) mengunjungi TKP di Hitadipa dan bertemu dengan keluarga korban.

“Tim melakukan pencarian fakta terhadap beberapa korban penembakan yang terjadi di Intan Jaya. Sudah bertemu secara langsung dengan keluarga korban dan mendengarkan keterangan yang diberikan keluarga korban almarhum Pdt.Yeremias Zanambani,” tutur Ketua Harian TGPF Selasa (13/10/2020) silam.

Menurut Benny, sementara ini ada 25 orang yang telah diperiksa sebagai saksi. Semua temuan TGPF akan dilaporkan ke pimpinan untuk membantu penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Intan Jaya Natalis Tabuni mengatakan pihak keluarga korban mempersilahkan jenazah korban diotopsi, namun menggunakan dokter yang independen dan otopsi dilakukan di Hitadipa.

“Puji Tuhan awalnya kelurga korban tidak mau dilakukan otopsi, namun akhirnya bersedia dengan syarat dilakukan di Hitadipa dan tulang belulang (jenazah) tidak dibawa keluar,” kata Bupati Natalis kepada Radar Pagi saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2020).

Menurut Bupati, pihak keluarga korban juga sudah bersedia menandatangani berita acara terkait kronologi penembakan. “Yang semula menolak, tapi setelah diberikan pemahaman bahwa berita acara dibuat berdasarkan saksi-saksi, maka akhirnya keluarga menerima,” tutur Bupati.

Bupati menjelaskan, pemerintah daerah telah membantu sepenuhnya penyelidikan antara lain dengan mengupayakan kehadiran saksi-saksi.

Selain TGPF, kata Bupati, tim dari Komnas HAM juga tiba di Intan Jaya. Dan pihaknya juga telah bertemu dengan tim Komnas HAM untuk membantu tim tersebut bertemu dengan para saksi.

Bupati mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk selanjutnya dari tim, terutama mengenai kapan waktu otopsi dilakukan. “Yang jelas keluarga korban meminta dokter yang melakukan otopsi harus independen dalam arti tidak berasal dari TNI maupun Polri,” katanya. (Om Yan)

 

News Feed