oleh

Bocah 4 Tahun Disiksa, Digantung di Dinding Jadi Pajangan

-Hukum-452 views

Medan, Radar Pagi – Seorang bocah berusia 4 tahun berinisial KR dirawat intensif di RS Bhayangkara Medan, Sumatera Utara, karena disiksa oleh paman dan bibinya sendiri, JS (27) dan SE (24). Korban dipukuli dengan alat terapi pijat dan kadang digantung di dinding jadi pajangan.

Sejumlah barang bukti diamankan petugas. Dalam sebulan pelaku sudah menyiksa korban sebanyak 5 kali. Kedua pelaku dijerat pasal kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penangkapan berawal setelah video sang bocah mengenakan baju putih menghabiskan minumnya sambil berdiri di depan pintu dan terlihat kehausan, viral di media sosial. Dalam video itu tertulis kalimat, ‘Dugaan Penyiksaan Anak di Perumahan Asri Indah Pasar 2 Mencirim Sunggal’.

Merespon video tersebut, disusul laporan kepala dusun setempat, polisi langsung mengevakuasi KR. Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengungkapkan korban diketahui tinggal bersama kedua tersangka karena orangtua korban sedang menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba.

Menurut Yasir, korban telah tinggal bersama JS dan SE selama lebih kurang tiga bulan. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam. Selama tinggal dengan paman dan bibinya KR mengaku sering tidak diberi makan.

“Pengakuan si anak, dia kadang-kadang tidak dikasih makan. Kemarin waktu diamankan, saya tanya, sudah makan? Tadi pagi makan? ternyata enggak. Siang tadi makan enggak? ternyata enggak. Malam baru kita kasih makan,” ujar Yasir.

Yasir menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah ada laporan dari Kepala Dusun Isak Azhari. Setelah ditindaklanjuti, polisi mengevakuasi anak tersebut untuk diberi perawatan ke puskesmas terdekat.

Yasir mengatakan, warga sekitar mengaku tak sering melihat anak itu keluar rumah. Hal tersebut membuat warga tak mengetahui kondisi anak tersebut.

“Baru kemarin itu dia keluar, tiba-tiba ke depan halaman tetangganya. Minta minum kehausan. Di situ tetangganya pada melihat. Kok lebam-lebam gitu,” jelas Yasir.

Sedangkan, JS dan SE mengaku sering memukul korban karena sering kencing dan buang air besar di celana.

Kedua tersangka saat ini telah diperiksa, namun belum dilakukan penahanan. “Belum kita tetapkan penahanan, baru tersangka saja. Kita gelar perkara dulu, jika hasilnya kita tahan, akan kita tahan,” pungkas Yasir. (jar)

News Feed