oleh

Ketua Touring Moge HOG Ternyata Mantan Pangkostrad

-Hukum-561 views

Bukittinggi, Radar Pagi – Ketua rombongan touring motor gede (moge) Harley Davidson Owner Grup (HOG) Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago mengatakan, rombongan HOG ini berangkat dari Bandung kemudian Lampung lalu ke Bengkulu kemudian ke Padang.

“Rencananya rombongan bukan hanya keliling Sumbar tapi naik hingga ke titik nol di Sabang Aceh,” kata mantan Pangkostrad ini, Jumat malam 30 Oktober 2020, dikutip dari sindonews.

Djamari Chaniago juga mengaku masih berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resor (Polres) Bukittinggi terkait pelaksanaan touring selanjutnya.

“Besok (Sabtu 31/10/2020) mungkin ada acara tapi minta izin dulu ke Kapolres. Kalau Kapolres tidak mengizinkan, ya kita ga boleh,” kata Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Sementara Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara mengatakan, pihaknya memperbolehkan rombongan lainnya untuk melanjutkan perjalanan. Alasannya hanya dua orang yang diduga terlibat pengeroyokan. “Ya yang tidak terlibat bisa melanjutkan perjalanan,” katanya.

Sebelumnya buntut dari pengeroyokan dua anggota Intel Kodim 0304/Agam, Kepolisian Resor (Polres) Bukittinggi akhirnya menahan dua anggota rombongan motor gede Harley Davidson Owner Grup (HOG), Sabtu dinihari (31/10/2020). Kedua anggota klub motor gede Harley Davidson Owner Grup (HOG) tersebut adalah MS dan B.

“Ya ada dua oknum anggota klub motor gede yang kita tahan yaitu berinisial MS dan B. MS membanting korban kemudian B menendang korban,” kata Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara.

Disebutkan penganiayaan terhadap dua anggota TNI berpangkat serda itu terjadi pada Jumat (30/10), sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu kedua anggota TNI tengah melintas di Jalan Hamka, Guguk Panjang, Bukittinggi.

Kedua anggota TNI yang berboncengan tersebut menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas. Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan. Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal. Kelompok ini menggeber-geber knalpot dalam kondisi mengebut hingga membuat sepeda motor dua anggota TNI keluar bahu jalan.
Kedua anggota TNI ini lalu mengejar anggota klub Harley tersebut. Saat kondisi macet, salah satu anggota TNI lalu menanyakan maksud pengendara moge memotong jalannya. Cekcok mulut pun terjadi. Akhirnya terjadi pemukulan terhadap kedua anggota TNI. (jar)

News Feed