oleh

Bupati Intan Jaya Berharap Kasus Pdt. Yeremias Cepat Selesai

Intan Jaya, Radar Pagi – Bupati Intan Jaya, Papua, Natalis Tabuni, SS, M.Si berharap kasus penembakan yang menewaskan Pdt. Yeremias Zanambani, S.Th cepat terungkap dan terselesaikan sehingga suasana di Kabupaten Intan Jaya bisa segera kondusif.

“Saya berharap Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada para pengambil kebijakan dalam penyelesaian kasus ini. Kami dukung selalu dalam doa,” kata Bupati Natalis Tabuni saat dihubungi Radar Pagi via seluler, Rabu (4/11/2020).

Bupati mengaku baru menghadiri konferensi pers tentang kasus penembakan almarhum dan penangkapan pelaku pengedaran senjata api dan amunisi di Kabupaten Nabire yang digelar di Polda Papua, Senin (2/4/2020) kemarin.

Dalam konferensi pers tersebut, terang Bupati, dibahas rencana Polri untuk melakukan otopsi kepada jenazah Pdt. Yeremias dengan melibatkan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan Komnas HAM. Hal itu, kata Bupati, sesuai permintaan keluarga korban.

“Otopsi akan dilakukan di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Tapi kami perlu pengamanan ekstra ketat karena kami perkirakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih ada di sana,” katanya.

Menurut Bupati, pihaknya masih berkoordinasi dengan TNI dan Polri terkait pengamanan, juga masih memantau kondisi cuaca agar proses otopsi bisa berjalan lancar.

Komnas HAM menyatakan dugaan adanya keterlibatan anggota TNI dalam pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani, di Distrik Hitadipa, Papua, dan merekomendasikan agar kasus penembakan pada 19 September lalu itu dibawa ke peradilan koneksitas demi transparansi.

Hasil investigasi Komnas HAM ini dirilis hampir dua pekan setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyampaikan laporan tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang menunjukkan bahwa ada “dugaan keterlibatan oknum aparat” dalam pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani di Papua.

Pihak TNI sendiri mengatakan masih harus menunggu hasil investigasi sesuai proses hukum dan menjanjikan akan memberikan tindakan tegas jika anggotanya terbukti melakukan penembakan.

TNI Terlibat?

Dalam rilis hasil investigasi kematian Pendeta Yeremia Zanambani, di Distrik Hitadipa, Papua, Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengatakan bahwa menjelang penembakan terhadap Pendeta Yeremia, TNI sempat mengumpulkan warga setempat untuk mencari senjata api yang dirampas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Dalam pengumpulan massa tersebut, Yeremia beserta lima orang lainnya dicap sebagai musuh salah satu anggota Koramil di Distrik Hitadipa. “Pendeta Yeremia Zanambani diduga sudah menjadi target atau dicari oleh terduga pelaku dan mengalami penyiksaan dan atau tindakan kekerasan lainnya untuk memaksa keterangan dan/atau pengakuan dari korban atas keberadaan senjata yang dirampas TPNPB/OPM maupun keberadaan anggota TPNPB/OPM lainnya,” kata Anam dalam acara konferensi pers laporan investigasi pada Senin (2/11).

“Hal ini secara tegas disampaikan saudara Alpius, anggota TNI Koramil Hitadipa, yang menyebutkan nama Pendeta Yeremia Zanambani sebagai salah satu musuhnya. Pendeta Yeremia Zanambani juga cukup vokal dalam menanyakan keberadaan hilangnya dua orang anggota keluarganya kepada pihak TNI,” tambahnya.

Laporan Komnas HAM juga mengungkap bahwa korban sebelum meninggal dunia mengungkap identitas pelaku kepada dua orang saksi. Ada pula tercatat pengakuan saksi-saksi lainnya yang melihat anggota TNI tersebut berada di sekitar TKP pada waktu kejadian bersama dengan tiga atau empat anggota lainnya. (Om Yan)

 

 

News Feed