oleh

Kiai Zaenal Arifin: Ulama Gerah dengan Kelakuan Munarman

-Nasional-688 views

Jakarta, Radar Pagi – Barisan Kesatria Nusantara melaporkan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian dan berita bohong, Senin (21/12/2020) kemarin sore.

Perwakilan Barisan Kesatria Nusantara, Kiai Zaenal Arifin mengatakan, ada dua hal yang dilaporkan pihaknya ke Polda Metro Jaya.

Ada dua hal yang dilaporkan, pertama itu terkait kebohongan. Kedua, ujaran kebencian yang mana sudah jadi karakter beliau ya,”ujar Kiai Zaenal.

Menurutnya, rombongan yang mendatangi Polda Metro Jaya terdiri dari sekitar 20 alim ulama yang sudah gerah dengan kelakuan Munarman karena banyak pernyataan mantan Ketua YLBHI ini di media akhirnya membuat gaduh di tengah masyarakat.

Dia menyebut pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti yang menunjang laporannya tersebut. “Salah satu ucapannya seperti kata Munarman yang bilang mereka yang meninggal tidak menggunakan senjata,” katanya.

Dia melanjutkan, pihaknya merasa kasihan dengan kawan-kawan anggota FPI karena jika masuk penjara tidak ada yang membela, sedangkan mereka bergerak atas perintah seseorang. Selain itu, dengan adanya ucapan bohong Munarman tersebut menghina lembaga kepolisian sebagai sebuah institusi resmi yang ada di negara ini.

“Kami ingin menegakkan dan mencari keadilan, karena gara gara lidah Munarman masyarakat dibuat bingung,” tegasnya.

Kiai Zaenal meminta polisi menyelidiki kasus ini dan menangkap Munarman. “Sebab yang dilakukan Munarman sudah sangat meresahkan dan dapat memecah belah bangsa,” kata Zaenal.

Di tempat yang sama, Juru Bicara Barisan Ksatria Nusantara Muhammad Rofii Muklis mengatakan, pernyataan Munarman yang berulang-berulang dapat menimbulkan perpecahan dan rasa permusuhan serta kebencian kepada polisi.

“Apalagi pernyataannya sangat menyudutkan polisi yang merupakan penegak hukum. Misalnya dia bilang, 6 laskar yang meninggal itu tidak membawa senpi dan tidak melakukan perlawanan. Padahal dia tidak melakukan penyelidikan atas hal itu, dan ini sedang diselidiki Komnas HAM,” kata Rofii.

Rofii menjelaskan, bahwa petugas dan pejabat kepolisian di sumpah saat mengemban jabatannya.

“Karenanya pernyataannya lebih bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan,” ujar Rofii.

Sementara Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif tak mau menanggapi adanya pelaporan terhadap Munarman kepada Kepolisian. Dia melah mentertawakan hal tersebut.

“Hehe, lapor, lapor, lapor dan lapor,” katanya dengan nada mengejek.

“Nanti pengacara yang urus,” sambung Slamet. (jar)

simak juga: http://www.buanawebsite.com/garam-mandi-aleya

 

News Feed