oleh

Ada Materai Rp10.000, Materai Rp6.000 dan Rp3.000 Bisa Dipakai Sampai Tahun Depan

-Finance-332 views

Jakarta, Radar Pagi – Direktorat Jenderal Pajak akan menerbitkan bea meterai Rp10.000 di tahun ini. Namun tak perlu khawatir karena bea meterai lama pun masih bisa digunakan.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomi mengatakan, meterai lama yang saat ini masih beredar, yakni Rp3.000 dan Rp6.000, masih berlaku sampai setahun ke depan. Tujuannya untuk menghabiskan stok meterai yang sudah dibeli namun masih belum terpakai.

“Kami siapkan transisi, meterai lama masih bisa dipakai hingga setahun,” ujar Suryo dalam sebuah diskusi virtual, dikutip Senin (4/1/2021).

Sedangkan Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Arif Yanuar mengatakan , masyarakat bisa membubuhkan dua meterai di masa transisi, minimal Rp3.000 dan Rp6.000 atau sejumlah Rp9.000. Menurutnya, hal ini bisa dilakukan untuk setahun ke depan selama masa transisi.

“Dengan cara memateraikan dalam dokumen minimal nominal Rp9.000. Jadi bisa dipasang Rp6.000 dan Rp3.000 atau Rp6.000 dan Rp6.000 kalau enggak ada stok yang Rp3.000, pokoknya minimal Rp9.000. Sampai dengan satu tahun ke depan. Ini masa transisinya,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Diklat Keuangan (BDK) Cimahi, Eko Sulistyo dalam sosialisasi virtual bea meterai, Selasa 22 Desember 2020 silam menjelaskan, penyetaraan tarif bea materai ini berlaku untuk transaksi dokumen kertas dan elektronik dengan dokumen bernominal uang di atas Rp5 juta, sedangkan di bawah Rp5 juta tidak dikenakan.

Tadinya, dokumen dengan nilai kurang dari atau sama dengan Rp1 juta sudah dikenai bea meterai. Selain dokumen dengan nilai di bawah Rp5 juta, dokumen yang sifatnya untuk penanganan bencana alam juga tidak dikenai bea meterai. Dokumen untuk kegiatan yang bersifat non komersil juga tidak diwajibkan untuk dikenai bea meterai.

“Pemberlakuan tarif Rp10 ribu ini bertujuan memberikan kesetaraan antara dokumen kertas dan elektronik, juga untuk penyederhanaan dan efektivitas tarif tunggal dan meterai elektronik,” ujar Eko Sulistyo.

Menurut Eko, UU No 10 thn 2020 tentang Bea Meterai ini bertujuan untuk memberikan keberpihakan kepada masyarakat dan UMKM dengan tarif yg relatif terjangkau. (wan)

silahkah klik: https://shopee.co.id/bakul_herbal99

silahkan klik: https://www.tokopedia.com/antik77-1

silahkan klik: https://www.lazada.co.id/shop/bakul-herbal-99/

silahkan klik: https://www.bakuljimat.com/

silahkan klik: http://www.buanawebsite.com/garam-mandi-aleya/

silahkan klik: https://www.radarherbal.com/

 

News Feed