oleh

Mantan Kuasa Hukum Akui Rekening FPI Sudah Diblokir

-Nasional-117 views

Jakarta, Radar Pagi – Rekening bank milik Ormas Front Pembela Islam (FPI) disebut-sebut telah diblokir oleh pihak berwajib. Pemblokiran dilakukan tidak lama setelah Ormas pimpinan Rizieq Syihab itu dinyatakan terlarang oleh pemerintah. Mantan Tim Kuasa Hukum FPI, Aziz Yanuar, mengakui bahwa salah satu rekening milik FPI sudah dibekukan usai dinyatakan terlarang.

“Iya [dibekukan rekening atas nama FPI], jumlahnya satu [rekening],” kata Aziz Yanuar, Senin (4/1/2021).

Aziz mengungkapkan terdapat nominal uang sekitar puluhan juta rupiah di rekening yang telah dibekukan tersebut.

Ia mengaku pihaknya sudah tak bisa mengambil uang di rekening yang sudah dibekukan itu sejak Rabu (30/12) pekan lalu. Ia pun menduga uang tersebut telah dicuri oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab belakangan ini.

“Puluhan juta saja yang digarong, cepet kalau soal duit garong-garong ini memang,” kata dia.

Pemerintah secara resmi menetapkan FPI sebagai organisasi terlarang berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) enam kepala kementerian/lembaga negara pada Rabu (30/12) lalu. Namun beberapa eks petinggi FPI mendeklarasikan berdirinya organisasi baru yakni Front Persatuan Islam pada hari yang sama setelah FPI dibubarkan.

SKB tersebut turut mengatur larangan kegiatan dan penggunaan simbol FPI di seluruh wilayah Indonesia. Aparat penegak hukum akan menindak seluruh kegiatan yang masih menggunakan simbol FPI.

Pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji, menjelaskan, setelah dinyatakan sebagai Ormas terlarang, penegak hukum memang memiliki wewenang upaya paksa (dwang middelen atau coercive force). Termasuk wewenang memblokir rekening milik FPI.

“Memang dalam rangka pelaksanaan upaya paksa yang pro justitia, penegak hukum memiliki wewenang upaya paksa tersebut, termasuk pemblokiran rekening FPI, terlepas legalitas legal standing-nya,” kata Indriyanto, di Jakarta, Minggu (3/12/2021).

Menurut Indriyanto, di dalam upaya paksa dimaksud penekanannya adalah tindakan hukum pemblokiran, bukan subjek standing-nya. Mengingat, pemblokiran rekening juga tentunya bisa disebut salah satu upaya tindakan hukum kepada pihak-pihak yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selama ini, banyak pihak yang mempertanyakan darimana ormas FPI mendapatkan dana untuk menggelar seluruh kegiatannya. Termasuk, ketika menggelar aksi-aksi demo yang sering dilakukan dan membiayai biaya hidup Rizieq selama buron di Arab Saudi. Diyakini ada kelompok atau aktor yang selama ini memang menjadi donatur pergerakan FPI di Indonesia. (jar)

silahkah klik: https://shopee.co.id/bakul_herbal99

silahkan klik: https://www.tokopedia.com/antik77-1

silahkan klik: https://www.lazada.co.id/shop/bakul-herbal-99/

silahkan klik: https://www.bakuljimat.com/

silahkan klik: http://www.buanawebsite.com/garam-mandi-aleya/

silahkan klik: https://www.radarherbal.com/

News Feed