oleh

Arab Saudi Dirudal, Turki Kecam Keras

Riyadh, Radar Pagi – Ledakan keras mengguncang Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (26/1/2020). Ledakan kali ini terjadi berselang tiga hari setelah kerajaan mencegat proyektil yang muncul dan mencoba menyerang di langit Riyadh.

Koresponden AFP melaporkan sebuah ledakan sempat mengguncang jendela bangunan di Riyadh pada pukul 13.00 siang waktu setempat. Jagat media sosial juga diramaikan laporan warga yang mengaku mendengar dua ledakan.

Hal senada juga dilaporkan Reuters. Beberapa sanksi mendengar dua suara keras dan melihat kepulan asap di ibu kota siang waktu setempat.

Dikutip dari Reuters, Selasa 26 Januari 2021, melihat arah ledakan yang berasal dari langit, diduga kuat suara  ledakan berasal dari rudal yang berhasil diredam oleh sistem pertahanan udara Saudi. Jadi, ledakan itu kemungkinan suara rudal dari negara lain yang berhasil diledakkan oleh rudal pertahanan Arab Saudi saat masih terbang di langit.

Seperti diketahui, sistem pertahanan Kerajaan Arab Saudi terbilang canggih lantaran negara kaya minyak ini, seperti halnya banyak negara lain di jazirah Arab, merupakan sekutu akrab Amerika Serikat. Persenjataan mutakhir mereka banyak disuplai oleh negeri Paman Sam.

Turki Mengecam

Dunia internasional mengecam serangan rudal ini. “Telah diketahui bahwa Riyadh, ibu kota Arab Saudi, telah menjadi sasaran serangan rudal untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir,” ungkap pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki, dilansir Anadolu, Rabu (27/1/2021).

“Kami mengutuk keras serangan ini, yang menargetkan permukiman sipil dan tampaknya telah dinetralkan oleh sistem pertahanan udara Saudi,” papar Kemlu Turki.

Turki juga menyampaikan belasungkawa kepada saudara-saudara Arab Saudi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang dibuat pemerintah Arab Saudi tentang ledakan tersebut.

Pemberontak yang didukung Iran telah berulang kali mengumumkan serangan roket dan pesawat tak berawak di wilayah Saudi sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut serangan yang dipimpin Saudi di Yaman.

Yaman dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan merebut kembali keuntungan teritorial Houthi. (jar)

Silahkan klik KAPSUL AURA: https://shopee.co.id/KAPSUL-AURA-BONUS-AIR-RUQYAH-SERBUK-BIDARA-i.237283218.5548358170

Silahkan klik MINYAK MANDI BUANG SIAL: https://www.tokopedia.com/antik77-1/minyak-mandi-buang-sial-ruwat

Silahkan klik GARAM RUQYAH:  https://www.lazada.co.id/products/garam-ruqyah-wahdah-i3980020944-s6627110758.html?search=store?spm=a2o4j.8553159.0.0.32d27e6aVUNLlj&search=store

News Feed