oleh

Daftarkan Hak Paten Demokrat, SBY Ditertawakan Kubu Lawan

-Nasional-594 views

Jakarta, Radar Pagi – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendaftarkan Partai Demokrat ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI, padahal biasanya kepemilikan hak paten atas barang dagangan yang didaftarkan di sana. Akibatnya, hal tersebut menjadi bahan tertawaan bagi kubu lawan.

“Perilakunya (SBY) semakin tidak terarah dan menjadi tertawaan banyak orang, baik yang dahulu mendukungnya habis-habisan, maupun apalagi bagi mereka yang sejak awal tidak pernah menaruh simpati terhadapnya,” ujar Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPPPartai Demokrat kubu Moeldoko, Saiful Huda Ems, Jumat (9/4/2021).

Dia pun menilai Presiden dua periode itu semakin tua semakin linglung dan membabi buta. Seharusnya SBY bisa tenang, cerdas, dan bijak dalam menyikapi suatu persoalan. SBY dinilai belum sadar bahwa partai politik itu bukan barang dagangan, dan kepemilikan pribadi. Melainkan, kata dia, kepemilikan orang banyak karena itulah partai politik merupakan salah satu pilar dari demokrasi.

Saiful menyebutkan, dalam Pasal 1 angka (1) UU No. 2 Tahun 2011 itu disebutkan: Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Jadi di sini tidak ada yang namanya kepentingan pribadi dan kepemilikan pribadi untuk partai politik apapun,” imbuhnya.

Dia pun meminta SBY membaca UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis yang Mencabut UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek pada bab I ketentuan umum di pasal 1 Angka (1).

“Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk dua (2) dimensi dan/atau tiga (3) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari dua (2) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan barang dan/atau jasa.

Berkas dokumen pendaftaran merek dan lukisan Partai Demokrat sendiri ditemukan secara tidak sengaja oleh tim investigator Partai Demokrat yang berada di bawah kepemimpinan Moeldoko pada 19 Maret 2021 lalu.

“Aksi pendaftaran diam-diam yang dilakukan oleh SBY atau melalui orang kepercayaannya itu, tidak hanya membuat kami tertawa namun juga merupakan bentuk aksi linglung SBY karena apa yang dilakukannya tidak sesuai dengan UU tentang Merek yang berlaku di negeri ini,” katanya.

Partai Demokrat itu, kata Saiful, bukan perusahaan bisnis yang menjual barang dan jasa. “Hingga sangatlah lucu apabila tiba-tiba Pak SBY mendaftarkan merek dan lukisan Partai Demokrat ke Dirjen Kekayaan Intelektual, hanya karena Pak SBY takut kalah tarung politik dengan Pak Moeldoko,” ujarnya. (jar)

Silahkan diklik:

PELET BULU PERINDU REAKSI KILAT 3 JAM: https://www.facebook.com/marketplace/item/359519768555732

SAREAT PELET: https://www.facebook.com/marketplace/item/2406786569625787

SEMAR KUNCUNG SIAP TES: https://www.facebook.com/marketplace/item/339886934085445

MINYAK JARAN GOYANGhttps://www.facebook.com/marketplace/item/1181524335553182

MINYAK BIRAHI: https://www.facebook.com/marketplace/item/352869262343057

JATUHKAN MUSUH TANPA MENYENTUH: https://www.facebook.com/marketplace/item/301307881293183

Tambang Liring Asli Kalimantan: https://www.facebook.com/marketplace/item/1071074423306952

Tambang Liring (ukuran dompet): https://www.facebook.com/marketplace/item/749017432327795

Kalung Amulet Mata Dewa: https://www.facebook.com/marketplace/item/328196611596733

Cambuk Asmaul Husna: https://www.facebook.com/marketplace/item/1145427989184520

KALUNG MUSTIKA LIPAN BONUS SEMAR MESEM & PENGISIAN KODAM: https://www.facebook.com/marketplace/item/760621791175666

PENGISIAN KHODAM BONUS KALUNG CEMETI ALI: https://www.facebook.com/marketplace/item/2628291794099595

 

 

 

News Feed